Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dua Tahun Rampung Dibangun Gedung Dekranasda di Kraksaan Probolinggo Mangkrak, Ini Penyebabnya

Agus Faiz Musleh • Sabtu, 14 Februari 2026 | 08:05 WIB
RAMPUNG: Gedung Dekranasda Kabupaten Probolinggo selesai dibangun sejak dua tahun lalu. Namun hingga kini belum jelas pemanfaatannya.
RAMPUNG: Gedung Dekranasda Kabupaten Probolinggo selesai dibangun sejak dua tahun lalu. Namun hingga kini belum jelas pemanfaatannya.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Dua tahun sejak rampung dibangun, gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Probolinggo yang dibangun di Kraksaan, tak kunjung difungsikan hingga kini.

Bangunan yang berdiri dengan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar, itu masih menunggu kepastian penggunaan.

Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo menyebut, secara administrasi aset gedung sudah tercatat.

Namun proses pemanfaatannya masih menunggu kelengkapan sarana prasarana serta permohonan resmi dari perangkat daerah terkait.

“Kami menunggu ketika ada permohonan penggunaan aset dari pihak terkait (Disdikdaya, Red). Saat surat masuk dan sarana prasarana sudah lengkap, baru bisa ditindaklanjuti,” terang Kepala Bidang Pengelolaan Barang Milik Daerah Hellen Ari Hermawan.

Berdasarkan rapat terakhir yang diterima pihaknya, fokus pembahasan masih pada pemenuhan fasilitas pendukung oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya).

Hal itu dilakukan agar ketika gedung mulai difungsikan, seluruh kebutuhan operasional telah siap tanpa kendala administratif maupun teknis.

Gedung itu sendiri sebelumnya memiliki rencana fungsi yang berbeda.

Lokasinya semula merupakan rumah dinas seorang dokter sebelum dialihkan menjadi aset daerah.

Pada masa pemerintahan sebelumnya, bangunan itu direncanakan menjadi pusat oleh-oleh daerah.

“Awalnya dibangun sebagai tempat oleh-oleh. Seharusnya diserahkan ke perangkat daerah terkait. Namun setelah bupati terpilih, muncul rencana pemanfaatan sebagai science center. Karena fungsi belum jelas, asetnya tetap kami tahan di BPPKAD,” jelasnya.

Kondisi gedung yang belum dimanfaatkan selama dua tahun terakhir, diakui menjadi perhatian. Saat ini, BPPKAD masih menunggu kejelasan dari pihak yang akan menggunakan sebelum proses serah terima dilakukan. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#belum dimanfaatkan #gedung dekranasda #probolinggo #Kraksaan