Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Jelang Ramadan, Satpol PP Kabupaten Probolinggo Intensifkan Pemantauan Titik Rawan Gepeng, di Mana Saja?

Agus Faiz Musleh • Kamis, 12 Februari 2026 | 09:05 WIB
MASIH ADA: Salah satu gepeng diamankan Satpol PP yang mengkal di traffic light pasar sore Jalan Pantura Kecamatan Kraksaan.
MASIH ADA: Salah satu gepeng diamankan Satpol PP yang mengkal di traffic light pasar sore Jalan Pantura Kecamatan Kraksaan.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Probolinggo mulai mengintensifkan pemantauan di sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi mangkal gelandangan dan pengemis (gepeng).

Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum sekaligus menciptakan suasana yang nyaman bagi masyarakat selama bulan ibadah.

Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Taufiq Alami mengatakan, pemantauan difokuskan pada kawasan yang selama ini teridentifikasi sebagai titik rawan aktivitas gepeng.

Di antaranya berada di sekitar traffic light Pasar Sore serta traffic light Stadion Gelora Merdeka Kraksaan.

“Menjelang Ramadan, kami mulai melakukan pemantauan di wilayah-wilayah yang biasa menjadi pangkalan gepeng, seperti di traffic light Pasar Sore dan traffic light Stadion Gelora Merdeka Kraksaan,” ujar Taufiq.

Menurutnya, peningkatan aktivitas gepeng biasanya terjadi menjelang hingga selama Ramadan.

Momentum meningkatnya mobilitas masyarakat kerap dimanfaatkan oknum untuk meminta-minta di persimpangan jalan.

Karena itu, Satpol PP memilih melakukan langkah antisipatif sejak dini.

Taufiq menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak semata penertiban, tetapi juga pembinaan secara humanis.

Satpol PP akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait untuk memastikan penanganan sosial bagi mereka yang terjaring operasi.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan pembinaan. Tujuannya bukan hanya menertibkan, tetapi juga memberi solusi agar mereka tidak kembali ke jalan,” jelasnya.

Selain patroli rutin, Satpol PP juga menyiapkan pengawasan berkala selama Ramadan, terutama pada jam-jam ramai menjelang berbuka puasa.

Kehadiran petugas diharapkan mampu mencegah munculnya aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban lalu lintas maupun kenyamanan pengguna jalan.

Ia juga mengimbau masyarakat tidak memberikan uang di jalanan karena dapat memicu bertambahnya jumlah gepeng di ruang publik.

Partisipasi masyarakat dinilai penting untuk mendukung upaya penataan ketertiban umum di Kabupaten Probolinggo.

“Kalau ingin bersedekah, sebaiknya melalui lembaga resmi atau tempat yang tepat, bukan di jalan,” tegas Taufiq.

Dengan langkah pemantauan dini ini, Satpol PP berharap suasana Ramadan di Kabupaten Probolinggo dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan kondusif.

Pemerintah daerah pun berkomitmen menjaga ruang publik tetap nyaman sehingga masyarakat bisa menjalankan ibadah dengan khusyuk tanpa gangguan aktivitas sosial di jalanan. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#gelandangan #gepeng #pol pp #pengemis