Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Baznas Kabupaten Probolinggo Bakal Rehab Rumah Bayi AS yang Sempat Telantar di Malaysia, Ini Alasannya

Agus Faiz Musleh • Rabu, 11 Februari 2026 | 08:30 WIB
BANTU: Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil menyerahkan bantuan paket sembako kepada nenek dari bayi SA.
BANTU: Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil menyerahkan bantuan paket sembako kepada nenek dari bayi SA.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo memberikan perhatian khusus pada SA, bayi sembilan bulan yang dipulangkan dari rumah sakit di Johor, Malaysia.

Baznas memutuskan untuk merehab rumah keluarga SA melalui program Rumah Layak Hunian Baznas (RLHB).

Keputusan itu diambil setelah investigasi untuk memastikan kondisi keluarga SA di Dusun Braon, Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan.

Langkah ini dilakukan setelah SA menjadi sorotan publik karena telantar sendirian di rumah sakit.

Hingga akhirnya, SA dipulangkan ke ke tanah air dengan difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor.

Investigasi dipimpin Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil dan dilakukan pekan lalu.

Dia didampingi Komisioner Baznas Ustad Fadhol dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kraksaan Maidi.

Tim menelusuri kondisi ekonomi, tempat tinggal, hingga pemenuhan kebutuhan dasar keluarga dari SA.

Hasilnya menunjukkan keluarga SA tergolong asnaf fakir atau berada pada tingkat ekonomi paling rentan.

“Setelah kami melihat langsung di lapangan bersama para komisioner, kondisi keluarga ini memang sangat memprihatinkan. Secara ekonomi sudah masuk kategori fakir, bukan sekadar miskin,” kata Muzammil.

Menurutnya, SA kini tinggal bersama kakek-neneknya di rumah yang jauh dari kata layak.

Atap bangunan rusak berat dan kerap bocor saat hujan. Sementara dapur serta kamar mandi juga tidak memenuhi standar kesehatan.

“Kalau melihat kondisi rumahnya, atap sudah sangat buruk, dapur dan kamar mandinya juga tidak layak. Ini menjadi perhatian serius bagi Baznas,” tegasnya.

Karena itu, Baznas memastikan rumah keluarga SA akan direhabilitasi melalui Program Rumah Layak Hunian Baznas (RLHB). Program ini diharapkan mampu memperbaiki kualitas hidup sekaligus mendukung kesehatan keluarga.

“Insyaallah rumah ini akan kami rehab karena kondisinya memang sudah tidak layak dan keluarga masuk kategori asnaf fakir,” ujarnya.

Tak hanya soal hunian, Baznas juga memberi perhatian khusus pada kebutuhan gizi SA. Mengingat SA memiliki riwayat gangguan paru-paru.

Karena itu, Baznas akan memenuhi susu SA yang disesuaikan dengan rekomendasi tenaga kesehatan dari Puskesmas Kraksaan atau Dinas Kesehatan.

“Kami tidak berani membeli susu tanpa petunjuk medis. Jika tidak tersedia dari fasilitas kesehatan, Baznas siap memfasilitasi agar kebutuhan gizi dan protein anak tetap terpenuhi,” jelas Muzammil.

TKSK Kraksaan Maidi mengapresiasi respons cepat Baznas dalam membantu keluarga dampingan.

Dia berharap sinergi lintas lembaga terus terjalin demi menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Sumiati, nenek SA tak kuasa menahan haru. Ia menyampaikan terima kasih atas kepedulian yang diberikan.

“Terima kasih kepada Baznas dan semua pihak. Bantuan ini sangat berarti bagi keberlangsungan hidup cucu kami,” tuturnya lirih. (mu/hn)

Editor : Abdul Wahid
#bayi #malaysia #terlantar #probolinggo #Kraksaan #johor