Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dapat Tujuh Ribu Dosis, Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku di Probolinggo Hanya untuk Ternak Rentan

Achmad Arianto • Selasa, 10 Februari 2026 | 09:17 WIB
TERUS DIPANTAU: Petugas mengecek kondisi ternak warga Desa Bulujaran Lor, Kecamatan Tegalsiwalan. Sejauh ini ternak sapi masih jadi sasaran vaksinasi PMK.
TERUS DIPANTAU: Petugas mengecek kondisi ternak warga Desa Bulujaran Lor, Kecamatan Tegalsiwalan. Sejauh ini ternak sapi masih jadi sasaran vaksinasi PMK.

DRINGU, Radar Bromo–Kabupaten Probolinggo memang sudah menerima droping 7 ribu dosis vaksin penyakit mukut dan kuku (PMK). Ribuan dosis vaksin PMK yang terbatas tersebut akan diberikan pada ternak yang rentan secara berkala.

PMK hingga kini masih menjadi perhatian serius dinas pertanian. Pasalnya penyakit tersebut dapat menular dengan cepat pada ternak yang rentan. 

Kerentanan tersebut dapat terjadi karena beberapa faktor, mulai dari kondisi ternak yang tidak terpelihara dengan baik karena tubuh dan kandang ternak yang kotor. 

“Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab menyebarnya virus PMK pada ternak. Kondisi demikian semakin parah ketika ternak sering berpindah tempat. Maka potensi terpapar virus PMK menjadi lebih mudah,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Nikolas Nuryulianto.

Sebanyak 7 ribu dosis vaksin ini cukup terbatas karena banyak ternak yang rentan terkena PMK. 

Ternak tersebut meliputi sapi, kambing, domba, kuda, dan hewan lainnya yang berpotensi terkena PMK.

Banyaknya ternak yang berpotensi terpapar PMK tidak diimbangi dengan stok vaksin yang dimiliki. 

Karena itulah petugas berupaya semaksimal mungkin memanfaatkan ketersediaan vaksin PMK. 

Salah satunya memvaksin ternak yang paling rentan dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

Ternak yang terpapar PMK memiliki potensi buruk sampai mati jika ternak tidak divaksin. Hal ini tentunya akan menimbulkan kerugian pada masyarakat. 

Terlebih lagi ternak yang dipelihara tersebut merupakan salah satu sumber penghasilan. 

Hasil penjualan ternak digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sehingga kondisi ternak harus tetap sehat.

“Ada beberapa sasaran vaksinasi PMK yakni ternak yang rentan. Sejauh ini paling banyak yang menjadi sasaran vaksinasi adalah sapi. Walaupun demikian ternak rentan lainnya juga kami vaksin,” terangnya.

Nikolas menambahkan, sejatinya ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan ternak. 

Mulai dari menjaga kebersihan tubuh dan kandang ternak, asupan nutrisi yang cukup, serta pemberian vitamin pada ternak secara rutin. Upaya tersebut bahkan dapat meningkatkan imunitas ternak dari segala penyakit maupun virus.

“Jika ternak bersih dan terpelihara dengan baik. Maka penyakit atau virus tidak mudah menjangkiti ternak. Ternak akan tumbuh sehat dan harga jualnya pun tinggi,” pungkasnya. (ar/fun)

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#ternak #pmk #virus #Penyakit Mulut dan Kuku