Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Tiang Tengah Jembatan Krejengan Probolinggo Patah, Kendaraan Roda Empat Dilarang Melintas

Agus Faiz Musleh • Jumat, 6 Februari 2026 | 20:04 WIB

RAWAN: Jembatan Krejengan di ruas jalan Sidomukti-Karangren patah bagian tengahnya. Kendaraan roda empat pun dilarang melintas karena dikhawatirkan runtuh.
RAWAN: Jembatan Krejengan di ruas jalan Sidomukti-Karangren patah bagian tengahnya. Kendaraan roda empat pun dilarang melintas karena dikhawatirkan runtuh.
 

KREJENGAN, Radar Bromo –Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di Kabupaten Probolinggo, membuat satu lagi jembatan dilaporkan rusak.

Bahkan, jembatan Krejengan yang ada di ruas jalan Sidomukti-Karangren itu berisiko runtuh.

Kerusakan jembatan dengan panjang 25 x 4 meter itu diketahui Jumat pagi (6/2).

Jembatan penghubung Desa Sumberkatimoho-Karangren, Kecamatan Krejengan, itu dilaporkan mengalami kerusakan serius. Bagian abutment atau tiang tengah patah.

Kondisi ini menyebabkan baja penopang jembatan bengkok. Sehingga membahayakan kendaraan yang melintas, khususnya roda empat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra mengatakan, pihaknya langsung menerjunkan petugas ke lokasi untuk melakukan asesmen. Juga penanganan awal.

“Begitu mendapat laporan, petugas kami langsung turun ke lapangan. Kami pasang rambu peringatan dan warning line agar jembatan tidak dilintasi kendaraan roda empat karena sangat berbahaya,” ujarnya.

Menurut Hengki, kerusakan dipicu banjir yang terjadi beberapa waktu lalu. Aliran air menyebabkan penurunan bagian tengah jembatan yang kemudian mendorong badan jembatan.

Sehingga struktur penyangga patah dan baja penopang melengkung.

Abutment atau tiang tengahnya patah. Akibat penurunan di bagian tengah, badan jembatan terdorong dan bajanya ikut bengkok,” jelasnya.

Saat ini, jembatan masih dapat dilalui kendaraan roda dua dengan tingkat kehati-hatian tinggi. Namun kendaraan roda empat dilarang melintas.

 “Kalau roda dua masih aman untuk lewat. Namun roda empat tidak bisa kami izinkan karena risiko runtuh,” tegas Hengki.

Namun penutupan jembatan bagi kendaraan roda empat berdampak cukup signifikan. Warga yang hendak melintas dari arah Sidomukti, Kecamatan Kraksaan menuju Karangren atau sebaliknya, harus memutar lewat Krejengan. Jaraknya cukup jauh, sekitar 15 kilometer.

Saat ini, menurut Hengki, pihaknya menyiapkan rencana rehabilitasi total. Proses perencanaan akan diusulkan melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026.

Sedangkan pekerjaan fisik ditargetkan mulai tahun depan atau paling lambat 2027.

“Perencanaannya kami siapkan di PAK. Untuk pengerjaan kemungkinan tahun depan atau paling lambat 2027. Rencananya direhab total agar lebih aman,” tandasnya.

Pemkab Probolinggo pun mengimbau masyarakat mematuhi rambu larangan melintas yang telah dipasang. Selanjutnya, menggunakan jalur alternatif yang tersedia. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#Krejengan #Roda Empat #dilarang melintas #probolinggo #jembatan rusak #Kraksaan