PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Paiton berkomitmen meningkatkan energi hijau melalui program co-firing pembangkit. Co-firing merupakan teknologi pencampuran bahan bakar di PLTU. Terutama biomassa untuk mengurangi pemakaian batu bara. Co-firing dinilai dapat menjadi jembatan untuk mengurangi emisi di PLTU dalam mencapai Net Zero Emission (NZE).
=================================
SEJAK pertengahan 2020, PLN Nusantara Power UP Paiton secara bertahap menerapkan co-firing dari limbah biomassa pada PLTU Unit 1, 2, dan 9. Dari semula 5 persen, secara bertahap terus meningkat hingga 10 persen. Total energi hijau yang dihasilkan selama periode 2020-2025 mencapai 597.387 GWH. Khusus tahun 2025, energi hijau yang dihasilkan hingga 95 GWH.
Atas capaian tersebut, PT PLN Nusantara Power UP Paiton diganjar Penghargaan Subroto Award 2025 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui dua kategori sekaligus pada Oktober lalu. Yaitu, Kategori Keselamatan Ketenagalistrikan untuk PLTU >200MW dan Kategori Co-firing Biomassa Terbaik.
Selain itu, atas komitmennya dalam penerapan co-firing pembangkit, PLN Nusantara Power UP Paiton juga diganjar penghargaan internasional ASEAN Energy Awards 2025. Mendapatkan 1st Runner Up untuk Kategori Combined Heat and Power (CHP) Generation melalui Proyek “Heat Utilization in a Converted Multi Fuel Power Plant using Sawdust from Coal Fired Power Plant“ pada Oktober lalu.
PLN Nusantara Power UP Paiton juga terus mengembangkan variasi pemakaian jenis biomassa demi memenuhi target bauran energi baru terbarukan (EBT) dan penurunan net zero emission. Perusahaan bekerja sama dengan Bank Indonesia mewujudkan pemanfaatan Limbah Racik Uang Kertas (LRUK) sebagai bahan bakar dalam melaksanakan co-firing biomassa.
MoU berisi kesepahaman antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember) dengan PLN Nusantara Power UP Paiton untuk melaksanakan pemanfaatan LRUK. LRUK merupakan limbah sisa dari produksi uang kertas dari Bank Indonesia. Limbah racik uang kertas ini telah dilakukan pengujian di laboratorium maupun uji bakar untuk co-firing di PLN Nusantara Power UP Paiton.
PLN Nusantara Power UP Paiton juga mendapat penghargaan Kategori Silver dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal pada ajang CSR & Pengembangan Desa Berkelanjutan Awards Tahun 2025. Yakni, atas Kontribusi dan Peran Serta dalam Percepatan Pembangunan Desa dan Daerah Tertinggal melalui Program CSR unggulan perusahaan pada program Petani Aren Mandiri (PAMAN) di Desa Kalianan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Penghargaan berikutnya juga diperoleh dalam Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2025. Sejumlah inovasi yang dilakukan Tim UP Paiton memperoleh penghargaan dalam ajang tersebut. Ada tujuh penghargaan. Meliputi bidang Efisiensi Energi (Platinum) dan Penurunan Emisi (Gold).
Kemudian, Efisiensi Air dan Penurunan Beban Pencemaran Air (Silver), Pengurangan dan Pemanfaatan Limbah B3 (Platinum), 3R Limbah Padat Non B3 (Silver), Perlindungan Keanekaragaman Hayati (Gold), serta Inovasi Sosial pada Program Waste Management for Local Commodities Kalianan (Platinum). (*)
Editor : Fahreza Nuraga