Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

DLH Kabupaten Probolinggo Dorong Desa-Desa Kerja Sama Pengangkutan Sampah Agar Tak Dibuang Sembarangan

Agus Faiz Musleh • Senin, 2 Februari 2026 | 11:00 WIB
SEMBARANGAN: Sampah yang berserakan di Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan.
SEMBARANGAN: Sampah yang berserakan di Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Dua tempat penampungan sementara (TPS) di wilayah Kabupaten Probolinggo dipastikan tidak lagi beroperasi.

Kondisi ini memicu persoalan baru, karena muncul titik-titik pembuangan sampah liar.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendorong pemerintah desa dan kelurahan untuk memperkuat kerja sama dalam pengangkutan sampah agar persoalan tidak berlarut-larut.

Dua TPS yang kini tidak aktif tersebut berada di timur Pasar Semampir serta di Kelurahan Kraksaan Wetan, Kecamatan Kraksaan. TPS di timur Pasar Semampir dinonaktifkan karena akan beralih fungsi.

Hal serupa juga terjadi di Kraksaan Wetan, yang lahannya akan digunakan sebagai kawasan kantor baru Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Probolinggo.

Dampak penutupan TPS tersebut sempat terlihat jelas di sekitar Kantor KPU Kabupaten Probolinggo. Tumpukan sampah yang sebelumnya berserakan di depan kantor penyelenggara pemilu itu akhirnya berhasil dibersihkan.

Namun persoalan ternyata belum sepenuhnya tuntas. Sampah justru berpindah lokasi dan kini menumpuk di lahan jalan selatan, tepatnya di sisi barat Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Probolinggo.

Pantauan di lokasi menunjukkan sampah rumah tangga bercampur plastik, sisa makanan, hingga ranting pohon menggunung di tepi jalan.

Keberadaannya sangat mengganggu, baik bagi pengguna jalan maupun warga sekitar. Apalagi, lokasi tersebut berada di jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan.

Kondisi kian memprihatinkan saat hujan turun. Air hujan yang bercampur sampah menimbulkan bau tak sedap.

Bahkan, genangan air kotor kerap meluber ke badan jalan, membuat jalan licin dan berpotensi membahayakan pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.

“Kalau hujan baunya menyengat sekali. Sampahnya terbawa air, jalannya jadi kotor dan licin,” keluh Asroni, warga yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Warga berharap ada penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan dari pihak terkait. Tidak hanya membersihkan sampah, tetapi juga melakukan pengawasan agar lahan di sekitar perkantoran tidak dijadikan tempat pembuangan liar.

Keberadaan tumpukan sampah di kawasan perkantoran ini juga dinilai mencoreng wajah kota.

Area yang seharusnya tertata rapi justru berubah menjadi titik kumuh, menimbulkan kesan kurang sedap bagi masyarakat maupun tamu yang berkunjung ke kantor-kantor pemerintahan.

“Jangan sampai setelah dibersihkan, sampahnya pindah lagi ke tempat lain. Ini harus ditangani sampai tuntas,” ujar ali warga lainnya.

Jika tidak segera diatasi, persoalan sampah dikhawatirkan akan terus berulang. Sampah hanya berpindah dari satu titik ke titik lain tanpa solusi yang benar-benar menyelesaikan masalah.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Probolinggo, Roby Siswanto, menegaskan pihaknya akan segera melakukan penanganan. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga lingkungan, utamanya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kita juga mendorong agar desa dan kelurahan dapat bekerjasama tentang pengangkutan sampah ke TPA,” tegasnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#lingkungan #sampah