DRINGU, Radar Bromo - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masih diwaspadai Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo terus mewaspadai.
Sepanjang tahun 2025 terdapat 44 ekor ternak terpapar penyakit menular pada hewan ini. Jumlah tersebut turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kabid Keswan dan Kesmavet Dinas Pertanian Nikolas Nuryulianto mengatakan, temuan kasus PMK masih berpotensi terjadi.
Sebab penyakit tersebut diakibatkan oleh virus yang mudah menyebar. Kondisi demikian semakin parah jika pemilik ternak tidak memperhatikan kebersihan ternak maupun kandang.
PMK juga bisa berpotensi menyerang ternak jika belum pernah melakukan vaksinasi PMK.
“Temuan masih ada. Karena itulah patut diwaspadai agar tidak menyebar. Ternak yang belum pernah divaksin akan menjadi lebih rentan terpapar virus,” katanya Kamis (29/1).
Dinas pertanian mendata, sepanjang tahun 2025 sejak Januari hingga Desember menemukan 44 ekor ternak terindikasi terpapar virus PMK.
Puluhan ternak tersebut telah ditangani petugas yang ada di lapangan. Penanganan tersebut dilakukan sampai ternak sembuh. Sehingga dari keseluruhan temuan tersebut tidak ada ternak yang sampai mati.
Jika dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah temuan PMK mengalami penurunan. Pada tahun tersebut dengan periode yang sama dinas pertanian menemukan 116 ekor ternak terkena PMK. Dari ratusan ternak yang terpapar PMK 14 ekor ternak diantaranya mati.
Nikolas menambahkan potensi penularan PMK bisa ditekan dengan beberapa cara. Mulai dari tindakan petugas yang rutin melakukan program vaksinasi pada ternak agar lebih kebal dan tidak mudah terpapar virus penyakit.
Masyarakat juga memiliki peranan penting dan penanganan bisa lebih maksimal. Yakni dengan menjaga higiene sanitasi kandang dan kebersihan tubuh ternak.
Selain itu pemilik ternak diharapkan kooperatif dan segera memeriksakan ternak apabila mengalami gejala PMK. Sehingga petugas bisa segera mengobati ternak tersebut sampai sembuh.
“Tentunya upaya sudah kami lakukan dengan maksimal. Tetapi perlu ada perhatian dari masyarakat dengan tetap memperhatikan kebersihan. Sebab ternak yang mudah terpapar virus diawali dengan kondisinya yang kotor tak terawat,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid