Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Banjir Opo-opo Krejengan Probolinggo Berulang, Warga Datangi Kantor DPRD Minta Normalisasi Sungai

Agus Faiz Musleh • Rabu, 28 Januari 2026 | 19:35 WIB

 

Dewan saat menerima perwakilan warga Desa Opo-opo, Krejengan yang kerap terendam banjir. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)
Dewan saat menerima perwakilan warga Desa Opo-opo, Krejengan yang kerap terendam banjir. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)

PAJARAKAN, Radar Bromo-Puluhan perwakilan warga Desa Opo-opo, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Probolinggo, Rabu (28/1).

Mereka mendesak langkah nyata agar banjir di Desa Opo-opo tidak terus berulang tiap tahun. Terutama di Dusun Sumber Banger.

Perwakilan warga itu ditemui Komisi III dalam rapat dengar pendapat (RDP).

Warga membeberkan sejumlah fakta yang diduga menjadi penyebab banjir rutin di Desa Opo-opo. Salah satunya, kondisi sungai yang mengalami sedimentasi parah di Dusun Sumber Banger.

Ditambah keberadaan jembatan di Dusun Sumber Banger yang kerap menjadi titik krusial tersendatnya aliran air.

Sampah rumah tangga hingga material kayu sering tersangkut di bawah jembatan. Air pun tidak bisa mengalir saat hujan deras. Sehingga, meluap dan merendam permukiman.

“Kalau hujan lebat, sampah dan kayu nyangkut di bawah jembatan. Air langsung naik dan masuk ke rumah warga. Jadi, jembatan itu harus diperbaiki,” ungkap salah satu perwakilan warga dalam RDP itu.

Tak hanya meminta perbaikan jembatan, warga secara tegas mengusulkan normalisasi sungai di Dusun Sumber Banger.

Menurut mereka, kapasitas sungai saat ini tidak lagi mampu menampung debit air akibat sedimentasi. Sehingga banjir terus berulang dari tahun ke tahun.

Selain itu, warga juga menyoroti kondisi hutan di kawasan hulu. Apakah masih berfungsi sebagaimana mestinya atau justru mengalami alih fungsi lahan.

Sehingga, menghilangkan fungsi hutan sebagai penyerap air dan meningkatkan air limpasan (run off) ke hilir. Menyebabkan debit air yang mengalir ke hilir jauh meningkat.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Probolinggo Mochammad Al Fatih memastikan, pihaknya akan bergerak cepat. Ia memastikan seluruh usulan warga Desa Opo-opo akan ditindaklanjuti.

“Besok pada Kamis 29 Januari, kami akan menegcek terlebih dahulu sebelum dilakukan normalisasi,” ujarnya saat RDP berlangsung.

Lalu untuk penanganan jangka panjang, Komisi III akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Tujuannya, memastikan tidak ada persoalan lingkungan di kawasan hulu yang menjadi pemicu banjir di wilayah hilir.

“Kami bersama OPD terkait akan mengecek apakah di kawasan hulu tidak ada masalah atau justru ada masalah yang menjadi penyebab banjir di wilayah hilir,” tegasnya.

Rifai, salah satu warga Desa Opo-opo berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret. Sebab, kondisi cuaca yang tidak menentu membuat warga terus dihantui kekhawatiran akan banjir susulan.

“Khawatir ada banjir susulan. Sehingga masyarakat ingin segera ada langkah nyata dari pemerintah,” katanya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#normalisasi sungai #banjir #Krejengan #dprd #probolinggo