GADING, Radar Bromo– Niat Moh. Rehan Firdausa Putra, 14, mandi di sungai Minggu (25/1), berujung tragedi. Remaja asal Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu terpeleset dan terseret arus sungai. Dia pun meninggal.
Tubuh korban ditemukan sekitar 6 kilometer dari tempatnya awal mandi, sekitar pukul 12.15. Yaitu, di sungai Desa Wangkal, Kecamatan Gading.
Korban tidak sendirian mandi di sungai. Dia mandi bersama dua temannya yang juga dari Kraksaan. Yaitu, MKP, 16, warga Kelurahan Patokan dan MAA, 14, warga Desa Bulu.
Awalnya, mereka keliling berboncengan tiga dengan naik motor Hondar Vario.
Sekitar pukul 11.00, mereka berangkat dari Kraksaan ke arah selatan hingga sampai Desa Wangkal.
Sekitar pukul 12.15, tiga sekawan ini sampai di sebuah jembatan besar yang di bawahnya mengalir sungai. Mereka pun berhenti dan melihat pemandangan sekitar sungai.
Namun akhirnya mereka tertarik untuk mandi di sungai tersebut. Mereka pun sepakat mandi bersama. Setelah memarkir motor, ketiganya langsung mandi di aliran sungai.
“Korban ini bersama temannya jalan-jalan sampai Gading. Setelah berhenti di jembatan, sepertinya tertarik untuk mandi. Akhirnya mereka turun ke sungai,” kata Adi, 38, warga Kecamatan Gading.
Setelah selesai mandi, dua teman korban duduk agak jauh dari tepi sungai yang arusnya landai.
Sementara korban saat itu baru selesai mandi. Dia naik ke tepi sungai dan berdiri di atas sebuah batu.
Saat berdiri itulah, korban terpeleset. Seketika dia jatuh ke aliran sungai yang begitu deras.
Mengetahui korban terpeleset, kedua rekannya kemudian bergegas menolong.
Tak hanya itu, mereka juga berteriak pada korban agar memegangi kaki MKP yang saat itu jaraknya lebih dekat.
Sayangnya, arus sungai sangat deras. Tubuh korban dengan cepat terseret arus sungai hingga ke utara.
“Korban terseret arus sungai dari selatan ke utara. Tak berhasil menolong, akhirnya temannya minta bantuan pada warga sekitar sungai,” katanya.
Kapolsek Gading AKP Maskur Ansori mengatakan, warga yang mendapat laporan korban hanyut kemudian berupaya mencarinya di sekitar lokasi. Mereka menyisir aliran sungai.
Peristiwa itu juga dilaporkan ke Polsek Gading. Petugas kemudian turun ke TKP dan turut mencari korban. “Kami mendapatkan laporan ada korban hanyut. Bersama-sama warga melakukan pencarian,” tuturnya.
Cukup jauh pencarian dilakukan. Setelah menyisir sejauh 6 kilometer dari titik tenggelam, warga berhasil menemukan korban.
Tubuhnya ditemukan tersangkut di batu besar dengan hanya memakai celana dalam. Namun korban sudah meninggal saat itu.
Petugas bersama warga kemudian mengevakuasi korban ke tepi sungai. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Waluyo Jati.
Petugas yang memeriksa tubuh korban di RSUD Waluyo Jati, tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.
Dipastikan, korban meninggal karena tenggelam, lalu terseret air sungai yang cukup deras.
“Keluarga menolak korban diotopsi. Mereka menerima kematian putranya sebagai musibah. Jenazah korban kemudian dibawa pulang untuk dimakamkan,” tandasnya. (ar/hn)
Editor : Muhammad Fahmi