KREJENGAN, Radar Bromo– BPBD Kabupaten Probolinggo mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak banjir. Droping air bersih dilakukan ke sejumlah wilayah di Kecamatan Krejengan.
Bantuan air bersih itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih. Sebab, sumber air warga tercemar genangan banjir.
Salah satu titik pendistribusian yaitu di Dusun Krajan RT 01/RW 02, Desa Jatiurip.
Sebelumnya, wilayah ini banjir akibat meluapnya sungai. Sehingga, sumur warga tidak dapat digunakan untuk kebutuhan air bersih sehari-hari.
Bantuan serupa disalurkan ke Dusun Sumber Banger, Desa Opo-Opo yang turut terdampak luapan sungai desa setempat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak setelah banjir surut.
Karena itu, BPBD langsung menurunkan armada tangki air untuk memberikan bantuan air bersih.
“Setelah banjir, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Sumur banyak yang tercemar lumpur dan limbah. Kami prioritaskan droping air bersih agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi,” ujar Oemar.
Menurutnya, distribusi air bersih tidak hanya dilakukan satu kali. BPBD akan terus memantau kondisi di lapangan dan menyesuaikan jumlah serta titik pendistribusian berdasarkan kebutuhan masyarakat.
“Distribusi dilakukan bertahap. Jika masih dibutuhkan, droping air akan dilanjutkan ke lokasi lain. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Forkopimka setempat,” jelasnya.
Oemar pun mengingatkan warga berhemat menggunakan air bersih. Juga menjaga kebersihan lingkungan, terutama di wilayah yang baru terdampak banjir. Sebab, kondisi pascabanjir rawan memicu munculnya penyakit.
“Warga kami imbau tetap waspada terhadap penyakit pascabanjir. Jika ada kebutuhan mendesak atau kondisi darurat, segera laporkan ke perangkat desa atau petugas di lapangan,” pungkasnya. (mu/hn)
Editor : Muhammad Fahmi