Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Waspada Lonjakan Demam Berdarah di Penghujung Musim Hujan, Kerahkan Petugas untuk Pengawasan

Achmad Arianto • Jumat, 23 Januari 2026 | 10:00 WIB

 

FOGGING: Petugas melakukan fogging di lingkungan tempat tinggal warga. Penyakit DBD masih berpotensi terjadi sehingga menjadi atensi.
FOGGING: Petugas melakukan fogging di lingkungan tempat tinggal warga. Penyakit DBD masih berpotensi terjadi sehingga menjadi atensi.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo terus mewaspadai penyakit DBD. Seiring dengan meningkatnya curah hujan pemantauan lebih digencarkan untuk menekan potensi lonjakan penyakit DBD.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo Nina Kartika mengatakan, DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti. Tingginya curah hujan menyebabkan potensi penyakit ini terbuka lebar. Di sisi lain masih banyak ditemukan tempat perkembangbiakan nyamuk di lingkungan masyarakat. Seperti genangan air yang tidak dibuang atau tak terkelola dengan baik dengan demikian nyamuk cepat berkembang biak.

“Masih ditemukan genangan air dilingkungan masyarakat. Sehingga potensi penyakit masih terbuka lebar. Terlebih lagi saat ini musim hujan,” katanya.

Dinkes Kabupaten Probolinggo telah melakukan upaya strategis dan terpadu untuk menekan penyakit DBD.

Mulai dari penguatan lintas sektor dalam pengendalian DBD dengan melibatkan perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa. Serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah dan menekan potensi DBD.

Juga melakukan penguatan tata laksana kasus di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit.

Tidak hanya itu untuk pencegahan, petugas juga melakukan promosi kesehatan. Untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, petugas juga membentuk kader jumantik di sekolah.

Bimbingan teknis kepada tenaga medis dan paramedis di puskesmas serta rumah sakit turut dilakukan. Hal ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan penanganan kasus DBD secara cepat dan tepat.

“Dalam kondisi seperti saat ini yang paling efektif menekan potensi DBD adalah melakukan PSN. Sementara fogging merupakan upaya tambahan pada wilayah dengan kasus tertentu yang menjadi atensi,” terangnya.

Sebagai informasi selama tahun 2025 Dinkes Kabupaten Probolinggo mencatat kasus DBD mencapai 1.667 kasus yang tersebar di 24 kecamatan. Dengan temuan DBD tertinggi terjadi di Kecamatan Paiton dengan jumlah 202 kasus. (ar/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
#bdb #fogging #musim hujan