Seperti aksi curanmor yang menimpa Sholeha, 38, seorang guru salah satu TK di Desa Racek, Kecamatan Tiris.
Motor Scoopy miliknya raib dicuri orang saat sedang rapat di Kantor Dinas Dikdaya Kabupaten Probolinggo Rabu (21/1). Aksi ini kemudian terekam oleh kamera CCTV kantor setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo insiden ini bermula saat korban menghadiri kegiatan verifikasi Arkas Bos di Dinas Dikdaya.
Korban datang menggunakan sebuah motor Honda Scoopy warna hitam striping merah. Sesampainya di kantor dinas kemudian memarkirkan motor di area parkir sisi sebelah timur.
Setelah mengunci stir dan merasa motor terparkir dengan aman korban kemudian masuk ke kantor dinas.
“Saat itu memang ada kegiatan verifikasi Arkas Bos. Tak ada rasa curiga saat memarkirkan motor, lalu masuk kekantor,” kata Andi, 36, rekan korban yang juga seorang guru Kamis (22/1).
Setelah kegiatan selesai, sekitar pukul 14.05, korban menuju parkiran motor miliknya dan hendak pulang ke rumah.
Kemudian melihat seseorang memindahkan motor Scoopy mirip seperti motor miliknya. Mulanya motor tersebut dikira milik korban yang terparkir. Sebab motor sama persis hanya beda plat nomor. Setelah dicek rupanya bukan.
Karena menyadari motor tersebut bukan miliknya, korban mengira bahwa motor tersebut dipindah oleh orang tanpa sepengetahuannya. Korban kemudian dibantu teman-teman guru lainnya mencari motor tersebut. Setelah dilakukan pengecekan di seluruh areal parkir Dinas Dikdaya rupanya motor yang dicari tidak ditemukan.
Korban yang sudah kebingungan kemudian memberitahu pegawai Dinas Dikdaya untuk melakukan pengecekan CCTV.
Dari situlah diketahui bahwa motor tersebut dibawa kabur oleh pria tak dikenal menggunakan baju kotak-kotak, bercelana jeans dan bermasker. Aksi curanmor di Dinas Dikdaya ini kemudian ramai di facebook.
“Jadi di parkiran motor itu ada dua motor scoopy yang sama persis. Milik korban ini diparkir di tengah persis belakang motor Scoopy milik orang lain. Makanya saat motor dipindah, korban ini mengira bahwa itu adalah motor miliknya. Ternyata bukan,” terangnya.
Kanit Reskrim Polsek Kraksaan Iptu Djuwantoro Setyowadi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa memang ada laporan telah terjadi aksi curanmor di kantor Dinas Dikdaya.
Motor tersebut milik seorang guru yang sedang berkegiatan di kantor dinas. Namun saat melapor pada rabu sore (21/1) korban belum menyertakan bukti kepemilikan motor. Sehingga perlu melengkapi berkas laporan.
“Kalau laporan sudah dilakukan kemarin sore (rabu, Red) setelah kejadian. Tapi belum lengkap. Masih kami tunggu kelengkapan berkas yang dibutuhkan. Walaupun demikian sudah kami proses, kami sudah mendatangi kantor Dinas Dikdaya dan mengamankan bukti rekaman CCTV,” tuturnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF (Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal), Amik Mutammimah menuturkan bahwa insiden curanmor yang terjadi cukup menjadi atensi Dinas Dikdaya Kabupaten Probolinggo.
Terlebih lagi aksi tersebut terjadi saat kegiatan. Karena itulah sebagai wujud tanggung jawab, Dinas Dikdaya memberikan ganti rugi kehilangan motor pada korban.
“Kejadian tersebut (curanmor, Red) menjadi perhatian serius. Kami sudah bertemu dengan korban sekaligus memberikan bantuan uang ganti rugi atas motor yang telah hilang,” imbuhnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid