Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pegawai di Pemkab Probolinggo Diminta Waspadai Hoax Pesan Mutasi ASN

Agus Faiz Musleh • Kamis, 22 Januari 2026 | 10:00 WIB
ABDI NEGARA: Para pegawai Pemkab Probolinggo saat apel. Inset, Pesan soal mutase yang dikirim via WhatsApp.
ABDI NEGARA: Para pegawai Pemkab Probolinggo saat apel. Inset, Pesan soal mutase yang dikirim via WhatsApp.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Sebuah pesan WhatsApp berjudul “Pemberitahuan Mutasi” beredar luas dan menyasar kepala sekolah serta aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Probolinggo.

Pesan yang mengatasnamakan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) itu dipastikan tak benar.

Dalam pesan hoaks itu, pengirim mencantumkan narasi seolah-olah Pemkab Probolinggo tengah melaksanakan proses mutasi pegawai.

Alasannya disebutkan karena kebutuhan penting urusan kepegawaian dan administrasi, penyegaran organisasi, serta pemenuhan formasi ASN berdasarkan evaluasi kinerja.

“Kami pastikan pesan WhatsApp yang mengatasnamakan BKPSDM Kabupaten Probolinggo terkait mutasi ASN itu adalah hoaks,” tegas Plt Kepala BKPSDM  Hari Kriswanto saat dikonfirmasi, rabu (21/1).

Hari menekankan, seluruh kebijakan kepegawaian, termasuk mutasi, promosi, maupun rotasi jabatan ASN, tidak pernah disampaikan melalui pesan WhatsApp. Menurutnya, mekanisme resmi sudah diatur secara jelas dan tidak bisa dilakukan secara informal.

“Informasi kepegawaian hanya disampaikan melalui surat dinas resmi dan kanal resmi BKPSDM, terutama website kami. Tidak ada pemberitahuan mutasi melalui pesan pribadi atau grup WhatsApp,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pesan hoaks tersebut sengaja disusun dengan bahasa administratif yang rapi agar terlihat meyakinkan. Namun jika dicermati, tidak terdapat unsur penting yang menjadi ciri surat resmi pemerintahan.

“Tidak ada nomor surat, tidak ada tanda tangan pejabat berwenang, tidak ada stempel instansi. Itu sudah cukup menjadi indikator bahwa pesan tersebut palsu,” kata Hari.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pesan semacam ini berpotensi menjadi pintu masuk penipuan lanjutan. Meski pada tahap awal belum meminta uang atau data, pelaku bisa memanfaatkan kepanikan korban untuk melancarkan modus berikutnya.

“Kami mengimbau ASN, kepala sekolah, dan seluruh pihak terkait agar tidak mudah percaya. Jangan menanggapi, apalagi meneruskan pesan semacam itu,” tegasnya.

BKPSDM juga meminta agar pesan hoaks tersebut tidak disebarluaskan kembali. ASN yang menerima pesan serupa diminta segera melakukan klarifikasi ke BKPSDM atau mengecek langsung melalui website resmi bkpsdm.probolinggokab.go.id.

“Kalau ragu, silakan klarifikasi. Jangan sampai informasi palsu ini menimbulkan keresahan di lingkungan ASN,” tambah Hari.

BKPSDM memastikan akan terus meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital aparatur, seiring maraknya penipuan yang memanfaatkan nama instansi pemerintah.

Hari menegaskan, kehati-hatian menjadi kunci agar ASN tidak terjebak informasi palsu yang dapat merugikan secara pribadi maupun institusi.

“Sekali lagi kami tegaskan, mutasi ASN tidak pernah diumumkan lewat WhatsApp,” pungkasnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#mutasi #hoax #pemkab probolinggo