KRAKSAAN, Radar Bromo - Kasus pencurian berulang di SDN Sokaan 1, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, mengungkap lemahnya pengamanan sekolah.
Dari hasil penyelidikan kepolisian, lemahnya sistem pengamanan sekolah menjadi celah utama bagi pelaku.
Kapolsek Krejengan Iptu Miftahol Rahman mengungkapkan, sejatinya sekolah memiliki petugas penjaga atau tukang kebun. Namun keberadaannya belum maksimal. Terutama ketika malam.
“Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, memang ada petugas penjaga sekolah. Tapi yang bersangkutan jarang berada di sekolah pada malam hari,” ujarnya, Selasa (20/1).
Tak hanya itu, kepolisian juga mendapatkan informasi, bahwa setelah aktivitas belajar mengajar gerbang sekolah kerap dibiarkan terbuka.
Kondisi ini sangat rawan dan membuka peluang terjadinya tindak kejahatan. “Ini tentu menjadi perhatian serius kami,” katanya.
Fakta lain yang terungkap dalam pemeriksaan adalah penempatan CCTV. Kamera pengawas dimiliki sekolah hanya diletakkan di jendela ruang guru. Tanpa mampu memantau area luar sekolah secara menyeluruh.
“Posisi CCTV sangat tidak strategis. Ditaruh di jendela ruang guru, sehingga tidak bisa meng-cover area penting di lingkungan sekolah,” jelas Miftahol.
Kondisi inilah yang disebut polisi membuat pelaku leluasa beraksi, terutama pada dini hari. Dengan minimnya penjagaan, gerbang yang tidak terkunci, serta CCTV yang tidak optimal, sekolah menjadi sasaran empuk bagi pelaku pencurian.
“Faktor-faktor tersebut sangat berpengaruh dan memudahkan terjadinya pencurian,” katanya.
Atas temuan itu, Polsek Krejengan meminta pihak sekolah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanannya.
Polisi menekankan pentingnya penjagaan malam yang lebih intensif, termasuk memastikan petugas benar-benar menjalankan tugasnya.
“Petugas (keamanan) harus benar-benar standby. Terutama pada jam rawan,” pesannya.
Pihaknya juga merekomendasikan penambahan jumlah CCTV serta penempatannya di titik-titik strategis. Seperti di pintu gerbang, halaman sekolah, dan akses masuk utama.
“Agar bisa berfungsi maksimal sebagai alat pencegahan sekaligus bukti jika terjadi kejahatan,” katanya.
Terkait proses penyelidikan, Kapolsek memastikan kasus pencurian di SDN Sokaan 1 masih terus didalami.
Penyidik masih mengumpulkan informasi tambahan serta bukti-bukti pendukung. “Kami terus mengumpulkan keterangan dan bukti lebih lanjut,” tegas Miftahol.
Terkait dugaan apakah pelaku mengarah pada orang yang sebelumnya pernah beraksi di lokasi yang sama, polisi belum bisa memastikan.
Kini, fokus penyelidikan masih pada penguatan alat bukti dan pendalaman keterangan saksi.
“Untuk dugaan pelaku yang sama, masih kami dalami. Belum bisa kami simpulkan,” katanya.
Diketahui, Senin (19/1) dini hari, SDN Sokaan 1, kemalingan. Maling masuk ruang guru dengan merusak gembok pintu utama.
Sejumlah barang inventaris sekolah hingga milik pribadi guru raib. Total kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta.
Barang-barang itu berupa tujuh unit laptop Chromebook bantuan Pemerintah Pusat, satu unit laptop pribadi milik guru merek HP, satu unit LCD proyektor merek Epson, serta satu unit speaker aktif portabel. (mu/rud)
Editor : Fahreza Nuraga