Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Baznas Kabupaten Probolinggo Himpun Zakat Infaq-Sodaqoh Sebanyak Rp 4,8 Miliar Sepanjang 2025, Masih Belum Penuhi Target

Agus Faiz Musleh • Selasa, 20 Januari 2026 | 11:10 WIB
ILUSTRASI Baznas
ILUSTRASI Baznas

KRAKSAAN, Radar Bromo-Kepercayaan publik terhadap Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo kian menguat.

Sepanjang tahun 2025, lembaga pengelola zakat ini berhasil menghimpun dana Zakat, Infaq dan Shodakoh (ZIS) hingga Rp 4.886.864.301.

Angka tersebut berasal dari zakat sebesar Rp 2.769.607.295 dan infaq mencapai Rp 2.117.257.006. Perolehan tersebut mencerminkan meningkatnya partisipasi sekaligus kepercayaan masyarakat dalam menyalurkan dana keagamaan melalui Baznas.

“Alhamdulillah, sampai akhir Desember 2025 Baznas Kabupaten Probolinggo mampu menghimpun ZIS lebih dari Rp 4,8 miliar. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terus tumbuh,” ujar Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H. Ahmad Muzammil melalui Kepala Unit Pelaksana Baznas, Agus Ainul Atok.

Menurutnya, dana ZIS yang terhimpun merupakan amanah besar yang harus dikelola secara transparan dan tepat sasaran. Ia menyebut, momentum penghimpunan tertinggi terjadi pada bulan suci Ramadan. Masuknya zakat fitrah dan zakat mal menjadi penopang utama lonjakan penerimaan.

“Kalau dibandingkan bulan lain, Ramadan memang menjadi puncak penghimpunan ZIS. Kesadaran masyarakat untuk berzakat dan berinfaq meningkat cukup tajam,” jelasnya.

Meski demikian, capaian tahun 2025 tersebut belum sepenuhnya memenuhi target Baznas pusat yang ditetapkan sebesar Rp 6.069.000.000.

Atok mengakui masih ada potensi zakat yang belum tergarap maksimal, terutama di sektor-sektor tertentu.

“UPZ pertanian dan UPZ desa masih belum bisa dioptimalkan. Potensi zakat di sektor itu sebenarnya besar, tapi belum seluruhnya terserap,” terangnya.

Sementara dari sisi penyaluran, Baznas Kabupaten Probolinggo telah mentasyarufkan dana ZIS sebesar Rp 4.464.179.375 sepanjang 2025. Dana itu terdiri dari zakat Rp 2.699.431.375 dan infaq sebesar Rp 1.764.748.000.

“Pentasyarufan terbesar dilakukan sebelum dan menjelang Ramadan,” kata Atok. Salah satu bentuknya adalah penyaluran sekitar 3.500 paket sembako bagi kaum dhuafa yang tersebar di 24 kecamatan.

Tak hanya bantuan pangan, dana ZIS juga dialokasikan untuk berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan hingga pemberdayaan ekonomi umat. Seluruh penyaluran dilakukan dengan mengacu pada ketentuan asnaf yang berlaku, agar manfaat zakat benar-benar dirasakan oleh mereka yang berhak.

Ketua Baznas Ahmad Muzammil menambahkan, pemanfaatan saldo ZIS difokuskan pada program-program yang bersifat langsung dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

“Prioritasnya adalah fakir dan miskin agar mereka dapat menjalani Ramadhan dengan kondisi yang lebih layak,” ujarnya.

Muzammil menjelaskan, pola distribusi disusun agar merata hingga tingkat desa.

Selain bantuan pangan, menyambut bulan suci Ramadan Baznas juga menyiapkan program pengadaan 1.100 mushaf Alquran. Setiap kecamatan akan menerima sekitar 40 mushaf, dengan total anggaran sekitar Rp 50 juta.

“Ramadan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan konsumsi, tetapi juga peningkatan aktivitas ibadah. Mushaf ini kami siapkan untuk mendukung kegiatan tilawah di masjid dan mushala,” terangnya.

Memasuki bulan Ramadhan, Baznas Kabupaten Probolinggo juga menyiapkan 7.000 paket sembako Ramadhan dengan nilai Rp 75 ribu per paket. Penyalurannya akan digabungkan dengan distribusi zakat fitrah agar lebih efisien dan tepat sasaran.

“Penyaluran sembako Ramadan kami sinkronkan dengan zakat fitrah supaya mustahiq, khususnya fakir dan miskin, bisa terbantu dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadhan,” ujarnya

Muzammil menegaskan bahwa seluruh dana ZIS yang dikelola Baznas merupakan titipan dari para muzaki yang harus disalurkan secara akuntabel. Ia memastikan setiap program dirancang untuk memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat. (mu/fun)

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#zakat #sodaqoh #infak #probolinggo #baznas