Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usai Dikepung Banjir, Sejumlah Infrastruktur Sungai di Kabupaten Probolinggo Kondisinya Kritis, di Mana Saja?

Agus Faiz Musleh • Senin, 19 Januari 2026 | 20:31 WIB

RUSAK: Terlihat kondisi aliran sungai Rondoningo di wilayah Krejengan pascabanjir Sabtu (17/1).
RUSAK: Terlihat kondisi aliran sungai Rondoningo di wilayah Krejengan pascabanjir Sabtu (17/1).
 

KRAKSAAN, Radar Bromo-Selain jembatan putus dan rusak, banjir yang terjadi di delapan kecamatan di Kabupaten Probolinggo juga memicu serangkaian kerusakan infrastruktur sungai.

UPT Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Welang Pekalen mencatat, sedikitnya lima titik mengalami kerusakan serius.

Koordinator Wilayah Probolinggo UPT PSDA WS Welang Pekalen Muhammad Fachru Syahroni mengatakan, laporan awal kerusakan masuk pada Sabtu malam (17/1).

Seluruh titik berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Laporannya kami terima Sabtu malam dan sebagian lokasi sudah kami datangi langsung untuk pengecekan awal,” kata Fachru, Senin (19/1).

Salah satu kerusakan terparah terjadi di Kali Pandan Laras, Desa Katimoho, Kecamatan Krejengan.

Di lokasi tersebut, tebing sungai dilaporkan dalam kondisi kritis dengan panjang 51 meter dan tinggi sekitar 3,8 meter.

“Dampaknya berupa pengikisan tebing yang cukup signifikan. Untuk penanganan, rencananya dilakukan pemasangan bronjong kawat,” jelasnya.

Masih di aliran Kali Pandan Laras, luapan air sungai menggenangi rumah warga serta area pertanian di Desa Sumberkatimoho. Kondisi itu mendorong usulan penanganan lebih besar.

“Untuk lokasi banjir di Sumberkatimoho, kami mengusulkan pemasangan bronjong kawat sepanjang 250 meter dengan tinggi lima meter,” ujar Fachru.

Kerusakan serupa juga ditemukan di wilayah hulu Kali Pesisir, Desa Wringin Anom, Kecamatan Kuripan. Tebing sungai setinggi enam meter di lokasi tersebut dilaporkan kritis. Panjangnya, di sisi kanan 50 meter dan sisi kiri 60 meter.

 “Pengikisan tebingnya cukup mengkhawatirkan. Opsi penanganan yang disiapkan berupa pemasangan bronjong kawat atau pasangan batu,” terangnya.

Lalu di Desa Kamal Kuning, Kecamatan Krejengan, tebing Kali Rondoningo juga dilaporkan kritis. Panjang tebing yang terdampak mencapai 25 meter dengan tinggi sekitar tujuh meter.

“Kondisinya sama, pengikisan tebing akibat debit air yang tinggi. Penanganannya diarahkan ke pemasangan bronjong kawat,” kata Fachru.

Tak hanya tebing sungai, dampak cuaca ekstrem juga merusak infrastruktur penghubung warga. Sebuah jembatan desa di Desa Prasi, Kecamatan Gading, dilaporkan putus. Jembatan tersebut berada di saluran sekunder Nogosaren, daerah irigasi Ramah Bawa.

“Untuk sementara, jembatan darurat sudah dibangun oleh pihak desa agar aktivitas warga tetap berjalan,” jelasnya.

Fachru menambahkan, sejumlah titik yang kritis atau rusak akan segera ditindaklanjuti. Namun pihaknya masih melakukan asesmen lanjutan di beberapa lokasi yang juga dilaporkan mengalami kerusakan.

“Kami masih asesmen di titik-titik lain, termasuk tebing Kali Kertosono di Kelurahan Sidomukti dan Sentong, Kecamatan Krejengan yang juga dilaporkan ambrol,” ungkapnya.

Terkait skema pembiayaan, Fachru menyebut, masih menunggu hasil pembahasan internal. Beberapa opsi masih terbuka, mulai dari penanganan darurat hingga penganggaran melalui APBD.

“Untuk penanganannya masih akan dibahas. Apakah dilakukan penanganan darurat, menggunakan APBD murni, atau di PAK,” jelasnya. (mu/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#sungai #banjir #Rondoningo #probolinggo