Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

RSUD Waluyo Jati Kabupaten Probolinggo Perkuat Layanan Jantung Agar Pasien Tak Perlu Berobat ke Luar Daerah

Agus Faiz Musleh • Senin, 19 Januari 2026 | 10:05 WIB
Bupati Mohammad Haris (kanan) melihat fasilitas catheterization laboratory (cath lab) dan intensive cardiovascular care unit (ICVCU) di RSUD Waluyo Jati.
Bupati Mohammad Haris (kanan) melihat fasilitas catheterization laboratory (cath lab) dan intensive cardiovascular care unit (ICVCU) di RSUD Waluyo Jati.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Layanan kesehatan jantung  semakin meningkat di RSUD Waluyo Jati. Rumah sakit pelat merah ini sekarang punya fasilitas catheterization laboratory (cath lab) dan intensive cardiovascular care unit (ICVCU). Penanganan pasien jantung kini tak perlu dirujuk ke rumah sakit luar Probolinggo.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris menyatakan, pengembangan layanan jantung ini tidak boleh berhenti pada penambahan sarana fisik semata.

“RSUD Waluyo Jati adalah tempat masyarakat berharap bisa sembuh. Jadi yang dibangun bukan hanya ruang dan alatnya, tapi kualitas layanannya,” kata Haris.

Ia menegaskan, cath lab menjadi kebutuhan mendesak mengingat kasus penyakit jantung terus meningkat. Selama ini, banyak pasien terpaksa dirujuk ke luar daerah karena keterbatasan alat dan layanan.

“Sekarang tindakan-tindakan jantung tertentu sudah bisa dilakukan di sini. Ini mempercepat penanganan dan mengurangi risiko keterlambatan,” ujarnya.

Menurut Haris, penguatan layanan jantung juga menjadi bagian dari upaya menjadikan RSUD Waluyo Jati sebagai rumah sakit rujukan yang semakin siap menghadapi kasus-kasus penyakit berat. Namun dia mengingatkan, keberadaan alat berteknologi tinggi harus diiringi kesiapan sumber daya manusia dan sistem pelayanan yang tertata.

“Fasilitas secanggih apapun tidak akan berarti jika pelayanan kepada pasien tidak berjalan dengan baik,” tegasnya.

Direktur RSUD Waluyo Jati, dr. Yessi Rahmawati menjelaskan, ruang ICVCU telah dilengkapi peralatan medis yang dibutuhkan untuk perawatan intensif pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah.

Saat ini, rumah sakit tengah menyelesaikan tahap penataan akhir sebelum layanan tersebut dioperasikan penuh.

“Secara prinsip, peralatan ICVCU sudah siap. Tinggal penataan dan penyesuaian operasional,” jelas Yessi.

Sementara itu, untuk cath lab, rumah sakit telah memiliki mesin utama yang digunakan untuk tindakan diagnostik dan intervensi jantung, termasuk pemasangan ring jantung.

Namun, layanan tersebut masih menunggu penyelesaian perizinan dan kerja sama pembiayaan dengan BPJS Kesehatan.

“Mesinnya sudah ada. Kami sedang menyelesaikan proses administrasi dan kerja sama agar masyarakat tidak terbebani biaya,” kata Yessi.

Ia menegaskan, manajemen RSUD Waluyo Jati tetap berpegang pada prinsip sebagai rumah sakit publik yang melayani masyarakat luas.

Warga Kabupaten Probolinggo yang memiliki KTP daerah tetap dapat mengakses layanan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Selama memenuhi persyaratan dan sesuai aturan BPJS, masyarakat bisa mendapatkan layanan di sini,” ujarnya. Yessi juga mengakui, tidak semua jenis tindakan kesehatan ditanggung oleh BPJS.

Namun untuk kasus penyakit tertentu, rumah sakit berupaya memberikan pelayanan dengan dukungan anggaran pendamping dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

“Intinya, kami berusaha agar pelayanan kesehatan tidak menjadi beban bagi masyarakat,” tambahnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#rsud #Waluyo Jati #jantung #Kraksaan