KRAKSAAN, Radar Bromo - Kecelakaan maut terjadi di Desa Asembakor, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Kendaraan tak dikenal menabrak Muhammad, 69, Rabu pagi (14/1).
Kakek asal Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo tersebut pun terlindas kendaraan hingga meninggal dunia di lokasi kejadian.
Insiden ini terjadi sekitar pukul 04.00, saat ruas jalan sedang sepi. Korban saat itu diduga berjalan kaki dari arah barat ke timur.
Saat yang bersamaan melaju sebuah kendaraan tak dikenal dari arah yang sama (barat ke timur, Red) kemudian menabrak korban.
Nahasnya setelah insiden tersebut, sopir beserta kendaraannya kabur meninggalkan korban.
“Kemungkinan kejadian kecelakaan saat subuh, saat ruas jalan masih sepi. Sementara penerangan di sekitar TKP masih remang-remang,” kata warga Kraksaan, Junaidi, 51.
Junaidi menuturkan, saat ditemukan korban dalam kondisi cukup mengenaskan.
Tubuhnya hancur akibat dilindas oleh kendaraan. Bahkan potongan tubuhnya berceceran di jalan.
Karena kondisi seperti itulah, kemudian korban sempat susah untuk dikenali. Warga kemudian menghubungi petugas Satlantas Polres Probolinggo.
“Kalau dilihat dari tubuh korban seperti terlindas kendaraan berat atau besar. Semacam truk, bus, atau kendaraan bermuatan lainnya,” ucapnya.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo Iptu Aditya Wikrama mengatakan, petugas yang mendapatkan laporan kecelakaan langsung mendatangi lokasi.
Lalu mengamankan dan melakukan olah TKP. Sementara jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Waluyo Jati.
Dari keterangan sementara yang berhasil dihimpun, diduga kecelakaan ini terjadi karena pengemudi kendaraan tidak berkonsentrasi.
Sehingga menabrak pejalan kaki. Petugas sebelumnya sempat mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi korban. Karena juga tak ditemukan identitas korban di sekitar TKP.
Namun setelah petugas melakukan penyelidikan jenazah berhasil teridentifikasi.
“Setelah penyelidikan diketahui korban adalah Muhammad, warga Desa Sogaan, Kecamatan Pakuniran. Saat ditemukan korban sudah meninggal di TKP,” terangnya. (ar/fun)
Editor : Muhammad Fahmi