KRAKSAAN, Radar Bromo - Tahun 2026 diawali dengan spirit kebersamaan dan komitmen kuat dunia pendidikan di Kabupaten Probolinggo.
Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS) SD se-Kabupaten Probolinggo, menggelar pertemuan awal tahun. Pertemuan digelar di SDN Suko, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, Sabtu (10/1).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono turut hadir membersamai mereka.
Ia menegaskan pentingnya peran pengawas sebagai garda terdepan pengawal mutu pendidikan.
Dalam sambutannya, Hary mengapresiasi atas peran strategis KKPS dalam menjaga kualitas pembelajaran di satuan pendidikan.
Ia menekankan bahwa sinergi kerja sama dan komunikasi yang solid antara pengawas, sekolah, dan Disdikdaya menjadi kunci utama terwujudnya Pendidikan SAE. Sejalan dengan program Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo.
“Pengawas bukan sekadar melakukan supervisi, tetapi menjadi mitra strategis sekolah. Dengan sinergi yang kuat, kualitas pendidikan akan bergerak naik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hary juga menyampaikan International Class Program (ICP). Program unggulan Disdikdaya berbasis Kurikulum Cambridge.
Program yang diluncurkan Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris tahun lalu ini dirancang untuk mencetak lulusan SMP berdaya saing global, dengan penguatan kemampuan bahasa Inggris serta keterampilan. Seperti Higher Order Thinking Skills (HOTS), kolaborasi, dan komunikasi.
Memasuki 2026, Disdikdaya menargetkan penguatan implementasi ICP. Agar lebih optimal dan berdampak langsung pada peningkatan mutu lulusan.
Ketua KKPS Kabupaten Probolinggo Suyipno mengatakan, pertemuan awal tahun menjadi momentum penting untuk refleksi dan konsolidasi.
Selain mempererat silaturahmi, forum ini dimanfaatkan untuk mengevaluasi kinerja selama 2025. Sekaligus menyusun langkah strategis ke depan.
“Pengawas sekolah merupakan pengawal mutu pendidikan yang profesional dan bermartabat. Kami terlibat langsung dalam peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah agar siap menghadapi perubahan kurikulum serta tantangan digitalisasi,” ujarnya.
Ia juga menyoroti beban tugas sebagian pengawas yang merangkap jabatan sebagai Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan (Korwilbidikcam). Ia berharap Pemkab Probolinggo memberikan perhatian, termasuk dukungan insentif tambahan.
“Semoga pada tahun 2026, seluruh harapan dan program kerja pengawas dapat berjalan lebih maksimal, sehingga tujuan Pendidikan SAE benar-benar bisa terwujud,” harapnya. (dik/*)
Editor : Fahreza Nuraga