Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Geram, Warga Sambirampak Kidul Kotaanyar Probolinggo Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak

Agus Faiz Musleh • Rabu, 7 Januari 2026 | 21:13 WIB

 

PROTES: Sejumlah pelajar melintas di Jalan Triwungan-Gondosuli, Kecamatan Pakuniran, yang ditanami pohon pisang karena rusak.
PROTES: Sejumlah pelajar melintas di Jalan Triwungan-Gondosuli, Kecamatan Pakuniran, yang ditanami pohon pisang karena rusak.

KOTAANYAR, Radar Bromo-Kesabaran sejumlah warga Desa Sambirampak Kidul, Kecamatan Kotaanyar, Kabupaten Probolinggo, diuji.

Jalan yang sudah lama berlubang dan rusak, “ditanami” pohon pisang sebagai tanda protes.

Di ruas Jalan Triwungan-Gondosuli, itu batang-batang pisang berdiri di tengah jalan.

Menantang siapa saja yang melintas untuk berhenti dan melihat luka aspal yang kian menganga.

Warga menancapkan pohon pisang itu Senin (5/1) dini hari. Tanpa pengeras suara, tanpa spanduk, tanpa teriak-teriak. Namun pesannya jelas, warga geram.

“Ini bentuk kekecewaan warga. Jalan rusak sudah lama tapi tidak ada penanganan,” ujar salah satu warga setempat, Lukman H.

Kerusakan paling parah berada di bagian pelat deker sepanjang sekitar enam meter. Aspal terkelupas, permukaan jalan amblas, dan besi konstruksi mulai terlihat. Kondisi itu membuat pengendara, baik roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati. Salah sedikit, bisa terperosok.

Tak hanya di satu titik. Lukman menyebut, kerusakan jalan di ruas Triwungan-Gondosuli, mencapai sekitar satu kilometer.

Lubang, retakan, dan permukaan jalan bergelombang menjadi pemandangan sehari-hari.

“Kalau malam lebih berbahaya. Penerangan minim, lubangnya dalam. Sudah sering pengendara hampir jatuh,” katanya.

Menurut warga, rusaknya jalan tersebut diduga kuat akibat aktivitas proyek jalan tol.

Ruas Triwungan-Gondosuli, disebut-sebut menjadi jalur lintasan kendaraan berat yang mengangkut material proyek, seperti tanah uruk dan peralatan konstruksi.

“Sejak ada proyek tol, banyak kendaraan berat lewat sini. Truk-truk besar, alat berat. Jalan  tidak kuat menahan beban,” kata Lukman.

Jalan yang awalnya hanya rusak ringan, berubah menjadi rusak berat. Aspal yang tak dirancang untuk dilintasi kendaraan bertonase tinggi, akhirnya menyerah.

“Kalau sudah ditanami pisang, artinya warga sudah sangat kecewa,” kata Lukman.

Warga berharap, pihak pengelola tol dan pemerintah daerah tidak menutup mata. Mereka meminta persoalan ini segera ditangani, bukan sekadar janji.

“Kami minta pertanggungjawaban. Jangan sampai masyarakat terus jadi korban,” ujarnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo Hengki Cahjo Saputra memastikan, kerusakan jalan di ruas Triwungan-Gondosuli sudah masuk agenda penanganan.

Ia meminta masyarakat bersabar dan memberi waktu kepada pemerintah daerah untuk memperbaikinya.

“Ruas jalan Triwungan-Gondosuli masuk dalam agenda pemeliharaan kita di tahun 2026. Insyaallah akan kita tuntaskan,” ujarnya. (mu/rud)

Editor : Muhammad Fahmi
#tol #aspal #jalan rusak #tanam pohon pisang #probolinggo #kotaanyar