DRINGU, Radar Bromo-Intensitas hujan di wilayah Kabupaten Probolinggo mulai naik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi yang akan terjadi di puncak musim hujan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan bencana hidrometeorologi sering terjadi saat masuk musim hujan atau ketika intensitas hujan mulai naik.
Ada beberapa bencana yang termasuk bencana hidrometeorologi. Mulai cuaca ekstrem dan angin kencang, tanah longsor, banjir, genangan, serta gelombang tinggi.
“Berdasarkan tren yang ada, naiknya bencana hidrometeorologi terjadi saat akhir dan awal tahun baru. Atau saat masuk musim hujan,” katanya.
Potensi dan jenis bencana hidrometeorologi yang terjadi dapat dipengaruhi kondisi geografis.
Misalnya wilayah dataran tinggi atau hulu memiliki potensi bencana longsor, cuaca ekstrim dan angin kencang.
Kemudian di wilayah dataran rendah atau hilir memiliki potensi cuaca ekstrim, angin kencang, banjir dan gelombang tinggi.
Bencana banjir yang berpotensi terjadi di hilir mayoritas terjadi karena hujan dengan intensitas tinggi dengan durasi yang lama. Saat wilayah dataran tinggi atau wilayah hulu sungai mengalami peningkatan debit air.
Karena itulah wilayah hilir harus waspada potensi banjir. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan maka koordinasi intens dilakukan.
Apabila debit air mengalami kenaikan terus-menerus dan melewati ambang batas aman, maka koordinasi lanjutan dilakukan serta mulai menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC). Sehingga jika bencana terjadi maka upaya penanganan cepat dan tepat bisa dilaksanakan.
“Kewaspadaan perlu ditingkatkan, begitu juga koordinasi antar pihak terkait. Harapannya potensi bencana dan dampak yang ditimbulkannya bisa diminimalisir,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid