DRINGU, Radar Bromo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo mewaspadai potensi banjir rob.
Untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan petugas melakukan pemantauan secara rutin.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Zubaidullah mengatakan, potensi tersebut dapat terjadi lantaran pasang air maksimum.
Wilayah yang masih berpotensi tersebut meliputi Kecamatan Sumberasih, Gending, Dringu, Tongas, Pajarakan, Kraksaan dan Paiton.
Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan petugas kemudian gencar melakukan sosialisasi serta berkoordinasi dengan pemerintahan desa untuk memantau kondisi lapangan.
“Banjir rob bisa terjadi dan berdampak pada wilayah di kawasan pesisir. Sehingga perlu diwaspadai,” katanya.
Petugas juga membantu penyediaan kantong pasir bagi desa yang membutuhkan. Langkah ini untuk mengurangi dampak genangan jika rob benar-benar terjadi.
BPBD mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal atau beraktivitas di wilayah pesisir untuk selalu memantau perkembangan informasi cuaca dan pasang surut.
Aktivitas yang berhubungan langsung dengan laut, seperti melaut atau kegiatan pelabuhan diminta mempertimbangkan kondisi ini.
“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk menghindari risiko yang lebih besar. Koordinasi dan pemantauan rutin dilakukan oleh petugas,” tandasnya. (ar/fun)
Editor : Fandi Armanto