Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Malam Natal di Kabupaten Probolinggo Khidmat dan Aman

Agus Faiz Musleh • Jumat, 26 Desember 2025 | 00:19 WIB

 

 

PANTAU: Bupati Probolinggo Mohammad Haris dan Forkopimda melakukan kunjungan ke Gereja Katolik Santo Paulus Kraksaan di malam Natal.
PANTAU: Bupati Probolinggo Mohammad Haris dan Forkopimda melakukan kunjungan ke Gereja Katolik Santo Paulus Kraksaan di malam Natal.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Suasana malam Natal di Kraksaan, Rabu (24/12) malam, berlangsung khidmat dan aman. Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung memantau pelaksanaan ibadah di sejumlah gereja.

Pemantauan dilakukan untuk memastikan perayaan Natal berjalan lancar tanpa gangguan keamanan.

Turut mendampingi Bupati Haris antara lain Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo Mohammad Anggidigdo, Pabung Kodim 0820 Mayor Kav. Edy Surnoto, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo M. Zubaidi, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo H. Samsur.

Rombongan memulai kunjungan di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) di Jalan RA Kartini, Kelurahan Sidomukti. Di lokasi, rombongan disambut Pendeta Josephine Christiana Sutrisno dan ratusan jemaat yang mengikuti ibadah malam Natal dengan tertib dan penuh kekhusyukan.

Usai dari GKJW, rombongan melanjutkan peninjauan ke Gereja Katolik Santo Paulus di Jalan Mayjen Panjaitan, masih di wilayah Sidomukti. Di gereja ini, misa Malam Natal dipimpin Romo Devit Setiawan dan diikuti umat Katolik dari berbagai wilayah sekitar Kraksaan.

Bupati Probolinggo Mohammad Haris menyebut peninjauan tersebut merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap perayaan hari besar keagamaan.

Menurutnya, keberagaman masyarakat Kabupaten Probolinggo menuntut hadirnya jaminan rasa aman bagi seluruh pemeluk agama.

“Kami ingin memastikan saudara-saudara kita yang merayakan Natal dapat beribadah dengan tenang dan nyaman,” ujarnya di sela kunjungan.

Ia menambahkan, toleransi antarumat beragama merupakan modal penting dalam menjaga kondusivitas daerah.

“Kabupaten Probolinggo ini rumah bersama. Perbedaan keyakinan tidak boleh menjadi penghalang untuk hidup rukun,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif memastikan pengamanan Malam Natal berjalan sesuai prosedur. Aparat kepolisian disiagakan di seluruh gereja dengan pengamanan terbuka dan tertutup.

“Hasil pemantauan kami, situasi aman dan terkendali. Pemeriksaan terhadap jemaat dilakukan sesuai SOP untuk memastikan tidak ada barang berbahaya yang masuk ke area gereja,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru dilaksanakan dalam rangka Operasi Kepolisian Terpusat yang berlangsung selama 14 hari, mulai Malam Natal hingga 2 Januari 2026.

“Fokus kami adalah memberikan rasa aman agar seluruh rangkaian ibadah dan perayaan dapat berjalan lancar,” pungkasnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pemkab probolinggo #probolinggo #natal