KRAKSAAN, Radar Bromo - Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji subsidi di Kabupaten Probolinggo bakal terus meningkat.
Masyarakat tak perlu risau karena Pertamina memastikan stok dalam kondisi aman hingga akhir tahun.
Kepastian itu disampaikan Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda Kabupaten Probolinggo, Arie Kartikasari, setelah paparan PT Pertamina Patra Niaga dalam High Level Meeting (HLM) yang digelar awal Desember lalu.
Arie menjelaskan, berdasarkan data per 30 November 2025, realisasi penyaluran BBM dan LPG subsidi di wilayah Kabupaten Probolinggo masih berada dalam koridor kuota yang ditetapkan.
“Data yang kami terima dari Pertamina Patra Niaga menunjukkan kondisi stok dan realisasi penyaluran BBM maupun LPG subsidi masih terkendali dan aman,” ujar Arie, Senin (22/12).
Untuk jenis bahan bakar minyak tertentu (JBT) atau Solar, Kabupaten Probolinggo memperoleh kuota 42.475 kiloliter (KL). Hingga akhir November, realisasi penyalurannya mencapai 37.768 KL atau sekitar 89 persen dari kuota.
“Artinya, penyaluran solar subsidi masih cukup terjaga dan belum melampaui batas kuota,” kata Arie.
Sementara itu, untuk jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP) atau Pertalite, kuota yang diberikan sebesar 86.558 KL dengan realisasi 70.928 KL atau 82 persen. Menurut Arie, angka tersebut menunjukkan distribusi pertalite subsidi masih relatif aman menjelang tutup tahun.
“Realisasi pertalite masih di bawah ambang kuota, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tegasnya.
Adapun untuk LPG tabung 3 kilogram subsidi, Kabupaten Probolinggo mendapatkan kuota 29.747 metrik ton (MT). Realisasi penyaluran hingga akhir November tercatat 28.020 MT atau sekitar 94,2 persen.
“Memang realisasi LPG 3 kilogram sudah cukup tinggi, namun masih dalam batas kuota yang ditetapkan,” jelas Arie.
Lebih lanjut, Arie menyampaikan bahwa Pertamina juga memastikan stok eksisting BBM dan ELPIJI di lapangan masih aman hingga akhir tahun 2025. Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan di akhir tahun, Pertamina telah menyiapkan langkah pengamanan suplai.
“Selain pasokan dari Jember dan Banyuwangi, Pertamina sudah mengantisipasi dengan penambahan suplai stok melalui Surabaya,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, Pemkab Probolinggo mengimbau masyarakat agar tetap menggunakan BBM dan LPG subsidi secara bijak sesuai peruntukannya.
“Kami berharap masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan. Stok aman, distribusi terkendali, sehingga aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat dapat berjalan normal hingga akhir tahun,” pungkas Arie Kartikasari. (mu/fun)
Editor : Fandi Armanto