KRUCIL, Radar Bromo - Bencana longsor yang menimpa rumah Husnafia, 45, menyebabkan kerugian besar. Rumahnya rata dengan tanah. Tak bisa kembali dihuni. Ditaksir kerugiannya sampai Rp 40 juta.
Syukur, kerabatnya masih bersedia membantu warga Dusun Krajan, Desa Krobungan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, ini.
Kini, korban bersama keluarganya menumpang di rumah kerabat yang tak jauh dari rumahnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan, bencana longsor terjadi Kamis (18/12). Saat itu terjadi hujan deras disertai angin kencang dengan durasi lama.
Akhirnya, pada sore hari tebing di Dusun Krajan, Desa Krobungan, longsor. Material tanah menimpa rumah Husnafia, hingga rusak parah.
“Hujan saat itu memang lebat. Rumah yang berdekatan dengan tebing tertimpa material tanah,” katanya, Minggu (21/12).
Zubaidullah mengatakan, bencana terjadi Kamis sore. Pihaknya mendapatkan laporan Jumat (19/12) sore.
Setelah berkoordinasi dengan Forkopimca Krucil, asesmen dan pemberian bantuan dilakukan Sabtu (20/12).
Karena rumah rusak parah, korban sementara ini numpang tinggal bersama saudaranya di dekat rumahnya yang rusak.
“Rumah rusak karena angin kencang dan longsor. Selain itu, rumah juga sudah rapuh (rumah tua),” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun BPBD, dipastikan hanya ada satu rumah yang terdampak longsor. “Rumah terdampak satu unit. Sudah kami distribusikan logistik kebencanaan,” bebernya.
Zubaidullah mengatakan, potensi bencana hidrometeorologi masih bisa terjadi. Sebab, hampir seluruh wilayah di Kabupaten Probolinggo mulai hujan.
Terlebih di dataran tinggi yang hampir setiap hari hujan. Dengan demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana.
“Bencana hidrometeorologi sampai saat ini masih perlu diwaspadai. Masyarakat harus berhati-hati ketika beraktivitas, terlebih saat hujan,” pesannya.
Kepala Desa Krobungan Sahi mengatakan, rumah yang terdampak merupakan rumah tua. Berusia sekitar 30 tahun.
Karena kondisinya sudah rapuh, rumah ini hanya ditempati saat kondisi cuaca bagus atau tidak hujan.
Ketika hujan atau cuaca buruk, korban bersama keluarganya tinggal di rumah saudaranya. Persis di sebelah rumah yang kini hancur karena angin kencang dan longsor.
“Begitu juga saat kejadian kemarin, rumah saat itu kosong, tidak ada penghuninya,” ujarnya. (ar/rud)
Editor : Fahreza Nuraga