KRAKSAAN, Radar Bromo - Konferensi Cabang (Konfercab) IV Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Kraksaan menorehkan cerita tersendiri.
Forum tertinggi kader Ansor di tingkat cabang itu akhirnya menetapkan Abd. Rahman sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan untuk masa khidmat 2026-2030.
Penetapan dilakukan secara aklamasi setelah hanya satu calon yang dinyatakan memenuhi persyaratan.
Sidang pleno pemilihan ketua yang berlangsung di Pondok Pesantren Kanzus Sholawat, Desa Kandangjati Kulon, Kecamatan Kraksaan, Sabtu (13/12), berjalan dinamis.
Dua nama sempat mengemuka sebagai bakal calon ketua, yakni Abd. Rahman dan Syamsuddin Gulu. Keduanya menyerahkan berkas pencalonan untuk diverifikasi oleh pimpinan sidang.
Namun, hasil verifikasi membawa arah berbeda. Syamsuddin Gulu dinyatakan tidak lolos karena belum memenuhi ketentuan administratif organisasi.
Salah satu syarat krusial yang tidak terpenuhi adalah dukungan rekomendasi minimal dari tiga pimpinan anak cabang (PAC).
Dengan hanya tersisa satu calon yang dinyatakan sah, pimpinan sidang langsung mengambil keputusan.
“Karena hanya ada satu kandidat yang memenuhi seluruh persyaratan, maka forum secara sah menetapkan Abd. Rahman sebagai Ketua PC GP Ansor Kota Kraksaan terpilih secara aklamasi,” ujar pimpinan sidang, disambut aplaus peserta Konfercab.
Abd. Rahman yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris cabang, menyampaikan pidato perdana dengan nada meneduhkan. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan selama Konfercab merupakan bagian dari proses demokrasi yang sehat di tubuh Ansor.
Namun setelah keputusan diambil, ia mengajak seluruh kader kembali dalam satu barisan.
“Ansor tidak mungkin dikelola sendirian. Organisasi ini akan kuat jika dijalankan bersama-sama, dengan semangat kolektif dan kebersamaan,” ungkap Rahman di hadapan peserta konferensi.
Ia juga memastikan tidak ada sekat atau jarak antarkader pasca kontestasi. “Semua akan dirangkul. Kita butuh sinergi untuk membawa Ansor Kraksaan lebih maju,” tambahnya.
Sebelumnya, Ketua PCNU Kota Kraksaan, KH. Ahmad Hafidzul Hakim, turut memberikan pesan kebangsaan dan keorganisasian saat membuka Konfercab. Kiai yang akrab disapa Gus Hafidz itu mengingatkan agar kader Ansor tetap menjaga kejernihan sikap dalam setiap dinamika organisasi.
“Boleh saja suasana forum menghangat, tetapi hati harus tetap dingin,” pesan Gus Hafidz. Ia menekankan bahwa GP Ansor merupakan ruang pengabdian, bukan arena mengejar kepentingan pribadi.
“Di Ansor mungkin tidak ada imbalan materi, tetapi keberkahannya sangat besar. Jaga terus sinergi dari ranting hingga cabang,” tandasnya.
Dengan terpilihnya Abd. Rahman, GP Ansor Kota Kraksaan kini memasuki babak baru kepemimpinan. Empat tahun ke depan, organisasi kepemudaan NU ini diharapkan semakin solid, mandiri, dan responsif menghadapi tantangan zaman di bawah nahkoda baru. (mu/fun)
Editor : Fandi Armanto