RANGKAIAN ASN SAE Awards Tahun 2025 memasuki fase krusial yakni evaluasi lapangan yang digelar Senin–Selasa (1–2).
Di tahap ini, sebanyak 60 peserta dari enam kategori menjalani proses verifikasi faktual secara langsung di unit kerja masing-masing.
Evaluasi lapangan dirancang untuk memastikan bahwa seluruh inovasi, program, hingga capaian kinerja yang dilaporkan peserta benar-benar nyata, terukur, dan memberi dampak langsung terhadap kualitas pelayanan publik.
Enam tim penilai atau juri diterjunkan secara serentak, masing-masing dibekali standar kerja dan indikator penilaian yang jelas serta terukur.
Juri tidak hanya memeriksa dokumen, tetapi juga mengonfirmasi implementasi inovasi, melihat bagaimana perubahan dijalankan, serta menilai kompetensi, keteladanan, dan kapabilitas peserta sebagai ASN yang unggul.
Penilaian dilakukan menyeluruh, meliputi evaluasi atasan, rekan kerja, bawahan langsung, hingga penilaian diri sendiri sebagai bagian dari upaya menghadirkan proses seleksi yang objektif transparan.
Sekretaris BKPSDM Kabupaten Probolinggo, Hendra Eko Poernanto, menjelaskan bahwa hasil verifikasi lapangan menyaring 60 peserta menjadi 30 finalis yang berhak melaju ke tahap berikutnya, yakni presentasi dan wawancara pada Rabu (10/12).
“Tahap ini menjadi kesempatan bagi peserta menyampaikan gagasan secara langsung, memaparkan inovasi, serta menjelaskan dampak nyata program dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Setiap finalis mendapat waktu total 40 menit, dengan paparan maksimal 10 menit dan sesi diskusi bersama juri selama 30 menit,” ujarnya.
Hendra menegaskan bahwa presentasi dan wawancara dilakukan secara tertutup, dengan pembagian ruang dan komposisi juri yang telah ditata untuk menjamin obyektivitas. Sebanyak 30 finalis dibagi ke tiga ruang sesuai kategori masing-masing.
Adapun keenam kategori sebagai berikut Kategori Pemimpin Inspiratif SAE (ASN di tingkat JPT Pratama); Kategori Penggerak Layanan SAE (ASN di tingkat Administrator dengan Jabatan Camat); Kategori Penggerak Perubahan SAE (ASN di Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, dan atau Jabatan Fungsional), Kategori Garda Terdepan SAE (ASN di Jabatan Pelaksana); Kategori Abdi Sehat Negeri SAE (ASN Tenaga Kesehatan Fungsional) serta Kategori Penggerak Generasi Cerdas SAE (ASN Tenaga Pendidik Fungsional).
Setiap tim juri terdiri dari unsur birokrasi, akademisi, hingga lembaga profesional. Diantaranya Sekretaris Daerah, Inspektur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala BKPSDM, Lembaga Administrasi Negara, serta dari Universitas Nurul Jadid, Universitas Zainul Hasan, dan Universitas Hafshawaty Zainul Hasan. Ketua dan anggota TPPD juga turut memperkuat proses penilaian agar berjalan menyeluruh dan berimbang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto sekaligus penanggung jawab kegiatan ASN SAE AWARDS menegaskan bahwa tahap akhir ini bukan hanya tentang kemampuan presentasi semata. Tetapi juga pengukuran integritas, komitmen, loyalitas, dan visi pengabdian peserta.
“Tahapan ini merupakan momentum penting bagi para finalis untuk menampilkan kapasitas terbaik sebagai ASN yang berintegritas, profesional, tangguh, dan inovatif. Kami berharap kegiatan ini melahirkan sosok teladan bagi ASN Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya. (dik/*)
Editor : Abdul Wahid