KRAKSAAN, Radar Bromo - Puluhan karya inovasi guru dan siswa SMKN 2 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo ditampilkan dan dipresentasikan dalam ajang Teacher and Student Expose 2025.
Ada 52 karya inovatif yang dikompetisikan dalam ajang tahunan tersebut. Terdiri dari 20 karya inovasi guru, sesuai jumlah mata pelajaran (mapel). Serta 32 karya inovasi siswa dari kelas X dan XI.
Karya-karya inovasi tersebut dipresentasikan secara berkelompok di hadapan tim juri. Mulai Senin- Kamis, (8-11) lalu di Aula Sabha Nusantara SMKN 2 Kraksaan, lantai 2.
Kelompok guru terdiri dari 3 hingga 10 anggota, sedangkan kelompok siswa terdiri dari 3 anggota. Setiap kelompok diberikan waktu maksimal 10 menit untuk presentasi dan 10 menit untuk sesi tanya jawab.
Setiap hari sesuai jadwal yang telah ditetapkan, ada 13 karya ditampilkan. Meliputi 5 karya inovasi guru dan 8 karya inovasi siswa.
Karya itu dinilai oleh 3 juri berkompeten. Mereka berasal dari Politeknik Negeri Jember, Universitas Negeri Malang dan Universitas Brawijaya.
Sejumlah karya diantaranya, aplikasi penghitungan zakat, automatic lamp bathroom, smart garden IoT dan tempat sampah ramah lingkungan yang merupakan karya inovasi siswa.
Sementara karya guru diantaranya, social emotional learning bagi pengembangan self leadership pada siswa SMKN 2 Kraksaan dan monitoring listrik real time sebagai iplementasi pembelajaran coding AI.
Kepala SMKN 2 Kraksaan, Rr. Herlina Wulansari mengatakan, Teacher and Student Expose menjadi salah satu tolok ukur untuk memastikan pembelajaran mendalam yang diberikan selama ini benar-benar diserap dengan baik.
Termasuk kemampuan guru dalam menciptakan sebuah inovasi yang berimbas pada peningkatan kualitas pendidikan. Seperti penggunaan platform digital.
“Selama 4 hari karya inovasi guru dan siswa ini dipresentasikan dihadapan dewan juri dan para peserta lainnya. Nanti, ada reward dari sekolah untuk karya inovasi yang dinobatkan sebagai juara. Baik guru maupun siswa,” katanya.
Menurutnya, karya yang dihasilkan para guru dan siswa yang menjadi juara dalam ajang ini juga akan dipersiapkan untuk mengikuti ajang perlombaan atau kompetisi lainnya.
Salah satunya ajang Gempita Awards yang digelar oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur setiap tahun.
“Termasuk lomba inovasi daerah yang juga tiap tahun digelar oleh Pemkab Probolinggo,” katanya.
Karya yang ditampilkan dalam Teacher and Student Expose merupakan inovasi berbasis Teaching Factory (TEFA). Dengan produk yang berskala industri, memiliki kualitas, serta memiliki nilai jual.
“Kami juga berharap, karya mereka terus berkembang, dengan memanfaatkan teknologi digital sesuai dengan kerangka Pembelajaran Mendalam,” pungkasnya. (uno/fun)
Editor : Abdul Wahid