SEBANYAK 586 mahasiswa dari tiga lembaga pendidikan tinggi di naungan Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan (YPPZH) Genggong, Minggu (7/11) diwisuda.
Ratusan wisudawan itu berasal dari Universitas Islam Zainul Hasan Genggong (Unzah), Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) Zainul Hasan Genggong dan Ma’had Aly.
Mahasiswa dari Unzah berasal dari lima fakultas. Yakni, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Syariah, Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, dan Fakultas Tadris Umum.
Mereka di kukuhkan oleh KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, SH, MM, Ketua Yayasan Pendidikan Pesantren Zainul Hasan Genggong.
Kiai Mutawakkil yang juga pengasuh pondok peantren (ponpes) Zainul Hasan Genggong berharap para mahasiswa yang diwisuda mendapatkan ilmu yang barokah dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Sebab indikator kesuksesan hidup adalah seberapa banyak dia memberikan manfaat bagi bagi manusia yang lainnya,” katanya.
Menurutnya, prestasi yang berhasil diraih Unzah, baik di tingkat kelembagaan, akademik maupun prestasi yang diraih mahasiswa hingga tingkat internasional, merupakan bukti keberhasilan mekanisme pendidikan yang diterapkan kampus selama ini.
“Karena itu, tidak mengherankan jika Unzah kini menjadi rujukan bagi beberapa perguruan tinggi swasta lainnya. Semoga capaian ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berkembang menuju gerbang kesuksesan di masa yang akan datang,” pesannya.
Rektor Unzah, Assoc.Prof. Dr. Abd Aziz Wahab, CH, CHT, BA, M.Ag mengatakan, pengembangan Unzah dari tahun ke tahun semakin menunjukkan langkah yang pasti, yang diawali dengan penguatan sumber daya manusia (SDM). Salah satunya, tahun ini ada 14 dosen tetap yang meraih gelar doktor.
“Selain itu, sebanyak 21 dosen telah tersertifikasi. Ini menjadi jumlah terbanyak di wilayah jawa timur. Dalam dua tahun ke depan, diharapkan Unzah memiliki tambahan dua profesor, serta terus mengembangkan para doktor, sehingga setiap program studi memiliki minimal empat doktor kepala,” katanya.
Ia berharap, melalui penguatan tersebut, program studi di Unzah akan menjadi unggul. Begitu pula institusi secara keseluruhan.
Prestasi mahasiswa terus didorong melalui peningkatan pelayanan, termasuk di bidang kesenian.
“Unzah juga menyediakan ruang khusus untuk pengembangan seni dan budaya,” katanya.
Sementara itu, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris berharap para wisudawan tidak hanya berkhidmat kepada pesantren Zainul Hasan Genggong,
Tapi juga berkhidmat kepada daerah masing-masing. Salah satunya mendukung peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kabupaten Probolinggo.
“Masih ada masalah kesehatan seperti stunting, angka kematian ibu dan angka kematian bayi serta kemiskinan. Termasuk lama rata-rata sekolah di Kabupaten Probolinggo. Masih banyak anak tidak sekolah, ini karena mindset juga. Saya berharap para mahasiswa ini bisa membantu kita untuk mengubah mindset yang ada di masyarakat,” katanya.
Tegaskan Sebagai Kampus Internasional
Tahun 2025 menjadi babak penting bagi Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong dengan torehan prestasi yang mengukuhkan posisinya di tingkat nasional hingga internasional.
Beragam capaian berhasil diraih. baik di bidang kelembagaan, akademik, hingga prestasi mahasiswa.
Pada sektor kelembagaan, UNZAH sukses meningkatkan peringkat institusi dan program studi, sebagai bentuk penguatan mutu pendidikan dan tata kelola kampus.
Upaya ini berjalan seiring dengan sejumlah jurnal universitas mengalami peningkatan akreditasi dan reputasi, mencerminkan penguatan budaya akademik dan publikasi ilmiah.
Kemudian sebanyak 21 dosen berhasil lolos sertifikasi dosen. Pengakuan kompetensi ini menunjukkan semakin banyak dosen yang memenuhi standar profesional nasional.
Selain itu, ada 21 dosen yang bergelar doktor. Penambahan tenaga pendidik bergelar doktor ini memperkuat basis akademik, riset, dan kualitas pembelajaran di UNZAH.
Tidak hanya itu, tiga dosen resmi menyandang jabatan fungsional Lektor Kepala. Ini menjadi indikator meningkatnya jenjang karier dan kualitas akademisi.
Prestasi mahasiswa tidak kalah membanggakan. Di kancah internasional, mahasiswa berhasil membawa pulang medali dan penghargaan bergengsi, di antaranya Silver Medal Young Moslem Inventor Award 2025, Silver Medal Youth International Science Fair 2025 dan Gold Medal International Science Project Competition 2025.
Kemudian Silver Medal Kurasi Antologi Puisi Internasional. Torehan ini membuktikan kemampuan mahasiswa UNZAH dalam inovasi sains, penelitian, dan kreativitas sastra di panggung internasional.
Sementara di tingkat nasional, mahasiswa UNZAH kembali unjuk prestasi dengan meraih Gold Medal Lomba Syair Arabi UIN Malang, Gold Medal Musabaqah Qiroatul Syi’ir Festival Zukhruf 2025, serta lolos dalam dua program prestisius Kemenag RI. Yakni, Akademi Kepemimpinan Nasional (AKMINAS) 2025 dan Program Pembibitan Da’i Muda 2025.
Puncaknya, UNZAH berhasil menyabet penghargaan tertinggi, sebagai Best of The Best University Award Winner 2025 ASEAN. Penghargaan ini menjadi bukti pengakuan regional atas kualitas, daya saing, serta kontribusi UNZAH dalam pengembangan pendidikan tinggi di Asia Tenggara. (uno/*)
Editor : Abdul Wahid