KRAKSAAN, Radar Bromo - Bukan hanya perbaikan jalan yang menjadi akses bagi pengendara. Pemkab Probololinggo juga berupaya menciptakan ruang jalan yang lebih aman dan ramah bagi pesepeda.
Tahun ini dinas perhubungan (dishub) berencana menambah markah jalur sepeda di sejumlah titik strategis, terutama yang dekat dengan pusat aktivitas masyarakat dan akses sekolah.
Kasi Pemeliharaan Sarana Prasarana Dishub Kabupaten Probolinggo, Sigit Wida Hartono, menegaskan bahwa pemasangan jalur sepeda tidak bisa dilakukan sembarangan.
Ada sejumlah syarat teknis yang harus dipenuhi sebelum jalur tersebut digambar di ruas jalan.
“Markah jalan sepeda hanya kita pasang di jalan-jalan tertentu saja yang dianggap memungkinkan menjadi jalur sepeda,” ujar Sigit.
Dishub menempatkan akses pelajar sebagai salah satu pertimbangan utama. Menurut Sigit, jalur sepeda yang layak harus benar-benar mendukung mobilitas harian masyarakat, terutama siswa yang banyak menggunakan sepeda sebagai moda transportasi menuju sekolah.
“Kami melihat akses anak sekolah terlebih dahulu. Jalan yang dilalui pelajar penting untuk mendapat fasilitas keselamatan yang memadai,” jelasnya.
Selain akses, faktor paling krusial adalah lebar jalan. Sigit menyebutkan bahwa lebar ideal jalur sepeda berada pada kisaran 1,5 meter agar aman digunakan, serta tidak mengganggu kendaraan lain.
Beberapa koridor prioritas berada di kawasan pusat kota yang menjadi titik pertemuan berbagai aktivitas masyarakat.
Sigit menyebut bahwa jalur dari kawasan Stadion Kraksaan ke arah selatan hingga tembus Bulu merupakan salah satu rute potensial.
“Arahnya, titik pusatnya tetap di sekitar stadion dan Alun-Alun Kraksaan. Dari sana kita melihat jalur-jalur yang bisa dikembangkan menjadi jalur sepeda,” tuturnya.
Di wilayah utara, sejumlah ruas jalan di sekitar Imam Bonjol juga dipetakan sebagai lokasi potensial pemasangan markah. Jalur sepeda nantinya tidak hanya bermanfaat bagi pengguna sepeda.
Komunitas joging dan kelompok pengguna jalan lain juga bisa memanfaatkan jalur tersebut sebagai ruang aman saat beraktivitas.
“Anak sekolah, komunitas sepeda, hingga pengguna jalur jogging bisa memanfaatkan keberadaan marka sepeda ini. Selain sebagai penanda, ini juga untuk keselamatan,” katanya.
Sebagai tahap awal, dishub telah menetapkan dua lokasi pemasangan markah jalur sepeda. Titiknya di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kraksaan Wetan - WR Supratman, Bulu Kraksan dan Jalan Sutoyo -Juanda, Kelurahan Patokan, Kraksaan. Dua ruas itu dinilai memenuhi syarat teknis dan memiliki arus pengguna sepeda yang cukup tinggi.
“Untuk penanda dan keselamatan, dua lokasi itu yang sudah siap dipasangi markah sepeda,” ungkap Sigit.
Dengan rencana pengembangan jalur sepeda ini, Dishub berharap keselamatan pengguna sepeda meningkat. Jalur sepeda ini juga untuk mendorong masyarakat beralih pada moda transportasi yang lebih sehat dan ramah lingkungan. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid