KRAKSAAN, Radar Bromo - Tim rescue Damkar Kabupaten Probolinggo melepas cincin dari tangan Rahmi, 38, warga Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Minggu sore (23/11).
Upaya ini dilakukan lantaran cincin yang dikenakannya tidak bisa dilepas hingga jari membengkak.
Tindakan ini bermula sejak tiga hari sebelum evakuasi, Rahmi ingin melepaskan cincin yang berada di jari manis tangan sebelah kanan.
Beberapa kali mencoba melepas cincin, namun selalu gagal. Hingga akhirnya memutuskan datang ke toko tempat dirinya membeli cincin emas tersebut.
Sayangnya saat meminta tolong untuk melepas cincin, karyawan toko menyarankan untuk datang ke Puskesmas.
Saran tersebut kemudian dilakukan, sesampainya di Puskesmas rupanya petugas kembali menyarankan agar Rahmi mendatangi Damkar Kabupaten Probolinggo.
Sebab beberapa insiden serupa berhasil ditangani oleh petugas Damkar. Hingga akhirnya Rahmi pun datang ke Pos Damkar Unit Kraksaan.
“Toko emas dan Puskesmas tidak bisa melepaskan cincin tersebut sebab tidak memiliki alat,” kata Humas Damkar Kabupaten Probolinggo Sholehuddin Senin (24/11).
Korban datang bersama suaminya langsung menghadap petugas Damkar. Petugas kemudian melihat jari manis tangan sebelah kanan korban sudah mulai membengkak karena peredaran darah terganggu.
Petugas kemudian mencari cara melepas cincin emas tersebut tanpa merusaknya. Akhirnya petugas secara perlahan dan telaten melepas cincin tersebut.
Petugas membutuhkan waktu sekitar 20 menit petugas melakukan evakuasi tesebut. Akhirnya cincin bisa terlepas dari jari tanpa menciderai korban dan cincin juga tetap utuh.
“Petugas mencari cara melepas cincin. Saat menggunakan air sabun rupanya cincin masih bisa bergerak. Jadi tidak sampai memotong cincin menggunakan mini gerinda,” jelasnya. (ar/fun)
Editor : Fandi Armanto