INFRASTRUKTUR yang aman dan nyaman menjadi harapan setiap masyarakat. Karena tidak hanya mempermudah aktivitas harian, tetapi juga menopang kelancaran ekonomi desa. Karena itu, Pemerintah Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, terus berusaha menyediakan infrastruktur yang baik.
Aspirasi warga Desa Gunungtugel yang diserap melalui musyawarah desa menjadi dasar pelaksanaan pembangunan Pemerintah Desa Gunungtugel. Tahun ini ada sejumlah infrastruktur yang dibangun. Di antaranya, pengaspalan jalan sepanjang 500 meter dengan lebar 2,5 meter di Dusun Uter dan sepanjang 390 meter dengan lebar 3 meter di Dusun Karangtengah.
Berikutnya, ada rabat beton jalan sepanjang 41 meter dengan lebar 3 meter di Dusun Curahbindu. Langkah memperkuat infrastruktur juga dilakukan dengan membangun dua titik drainase dan gorong-gorong di Dusun Karangtengah. Salah satunya sepanjang 63 meter. Pemerintah desa juga membangun gorong-gorong baru di Dusun Uter. Ukurannya 4 meter x 1 meter.
“Sebelum dibangun, aliran air sungai di Dusun Uter kerap meluap ke jalan aspal, sehingga merusak badan jalan serta menghambat aktivitas warga. Kini, aliran air sudah tertampung baik melalui gorong-gorong yang baru,” ujar Kepala Desa Gunungtugel Asen.
Pemerintah desa juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai dari Dana Desa (BLT-DD) kepada 34 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Serta, menyelesaikan perbaikan tiga unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Masing-masing dua unit di Dusun Karangtengah dan satu unit di Dusun Krajan.
Asen mengatakan, semua pembangunan merupakan hasil rembukan warga. “Pembangunan ini lahir dari musyawarah. Kami berharap seluruh fasilitas yang terbangun dapat dijaga dan dirawat agar bermanfaat untuk semua,” harapnya. (dik/rud/*)
Genjot Ketahanan Pangan-Lestarikan Tradisi Lokal
PEMERINTAH Desa Gunungtugel, Kecamatan Bantaran, tak hanya terus memperkuat infrastruktur. Sektor sosial, ekonomi, dan budaya, tak dilupakan. Semuanya berusaha dijaga melalui berbagai program pemberdayaan.
Di bidang kesehatan, Posyandu juga jadi prioritas penting. Dengan anggaran Rp 205 juta, kegiatan Posyandu aktif dilaksanakan. Melayani sekitar 300 balita, 50 ibu hamil, dan 90 warga lanjut usia (lansia). Mereka mendapatkan makanan tambahan bergizi yang diawasi langsung oleh tenaga kesehatan.
Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah nyata mencegah stunting dan menjaga kesehatan ibu serta lansia.
Di sektor ketahanan pangan, pemerintah desa memanfaatkan lahan sewa seluas lebih dari satu hektare yang dikelola BUMDes Makmur Jaya. Lahan tersebut ditanami melon, cabai, jagung manis, dan tebu.
Ketua BUMDes Makmur Jaya Imam Baihaqi mengatakan, seluruh komoditas memiliki prospek pasar yang menjanjikan. “Tanamannya cocok dengan kondisi lahan. Hasilnya bisa dijual dan menambah kas desa. Melon bahkan bisa berbuah dua kali dalam setahun dengan kualitas bagus dan rasa yang manis,” ujarnya.
Dari sisi budaya, Desa Gunungtugel memiliki tradisi adat yang dilakukan setiap tahun di momen pergantian musim. Berupa Selamatan Batu Baba. Tradisi adat ini berlangsung secara turun-temurun sebagai bentuk rasa syukur, permohonan keselamatan, dan menjaga keberkahan desa.
“Semua warga dusun terlibat dalam prosesi selamatan, berdoa bersama menjadikan kegiatan ini sebagai simbol kebersamaan dan identitas desa,” ujar Kepala Desa Gunungtugel Asen. (dik/rud/*)
Editor : Ronald Fernando