DALAM rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Pemkab Probolinggo menyelenggarakan Lomba Balita Sehat.
Lomba bertema “Orang Tua Hebat untuk Wujudkan Anak yang Sehat,” ini digelar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolnggo di Pendopo Prasaja Ngesti Wibawa, Senin (17/11).
Lomba Balita Sehat menjadi salah satu upaya memperkuat kesadaran orang tua mengenai pentingnya gizi, pola asuh, dan kesehatan dalam proses tumbuh kembang balita.
Lomba ini diikuti perwakilan balita dari 24 kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Masing-masing kecamatan mengirim dua peserta.
Ada dua kategori penilaian dalam lomba ini. Yakni, balita usia 12-24 bulan dan balita usia 24 bulan ke atas–59 bulan atau 5 tahun.
Ada beberapa indikator penilaian. Mulai dari pengukuran tinggi dan berat badan, status imunisasi, kesehatan umum, hingga kemampuan dan pengetahuan orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Orang tua juga diminta memberikan testimoni terkait pola asuh serta pemenuhan gizi anak di rumah.
Dalam agenda tahunan ini, Dinkes melibatkan tim juri dari sejumlah unsur kesehatan. Meliputi Tim Dinkes Kabupaten Probolinggo, TP PKK Kabupaten Probolinggo, dan Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS).
Penilaian medis turut diperkuat oleh dua dokter spesialis anak. Yakni, dr. Fauziah Prastiwi, M.Ked.Klin. dan dr. Ni Maya Purnama Wulandari, Sp.A.
Ketua TP PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwita Sari, S.E. turut hadir dan berinteraksi dengan para balita.
Ia juga memberikan motivasi kepada para orang tua agar terus memperhatikan kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak.
“Mendidik balita membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan kreativitas. Misalnya, ketika anak tidak mau makan, orang tua bisa mencoba membuat menu lain yang lebih menarik, namun tetap bergizi,” ujarnya.
Ning Marisa mengatakan, balita merupakan generasi penerus yang harus dijaga dengan baik agar terhindar dari risiko stunting.
Ia mengapresiasi komitmen para orang tua yang telah mendampingi anak-anaknya dengan penuh perhatian. “Terima kasih kepada ibu-ibu yang telah menjaga anak-anaknya dengan baik, termasuk pendidikannya,” ujarnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo, M.MKes. mengatakan, Lomba Balita Sehat merupakan wujud sinergi Dinkes dan TP PKK dalam mendukung visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Probolinggo melalui Program SAE Kesehatan.
“Untuk melahirkan generasi yang unggul, sehat jasmani dan rohani, serta berdaya saing,” ujarnya.
Menurutnya, lomba ini menjadi role model bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan anak sejak usia dini. Peran orang tua sangat penting dalam mewujudkan anak sehat.
“Anak sehat lahir dari orang tua yang hebat, orang tua yang memahami kesehatan anak, pola asuh yang tepat, dan mampu menyediakan asupan gizi yang baik,” ujarnya.
Dokter Hariawan juga menyoroti kondisi stunting di Kabupaten Probolinggo, yang masih cukup tinggi. Menurutnya, stunting merupakan tanda adanya masalah gizi kronis yang berlangsung lama pada anak balita.
“Harapan kami, masalah stunting bisa segera kita tuntaskan. Kami ingin anak-anak di Kabupaten Probolinggo sehat dengan berat dan tinggi badan sesuai usia,” tegasnya.
Ia berharap lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi. Tetapi juga memicu kesadaran masyarakat untuk menjadi orang tua yang hebat dalam mewujudkan anak yang sehat.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi contoh, bahwa balita dapat tumbuh sehat dan kuat. Semoga ini menjadi inspirasi bagi masyarakat dan memotivasi orang tua lain untuk lebih memperhatikan kesehatan anak,” jelasnya. (uno/*)
Editor : Moch Vikry Romadhoni