KRAKSAAN, Radar Bromo - Penyakit Tuberkulosis (TBC) masih berpotensi terjadi dan menyebar di Kabupaten Probolinggo.
Untuk menekan penyakit tersebut dinas kesehatan (dinkes) secara berkala melakukan skrining untuk menemukan dan mengobati penyakit.
Sebelumnya dinkes mencatat sejak Januari hingga pekan ketiga Oktober tercatat 2.718 kasus.
Dari ribuan kasus tersebut sebanyak 46 orang diantaranya meninggal dunia. Ada 4 wilayah yang jadi perhatian karena temuannya cukup banyak. Diantaranya Kecamatan Maron, Kraksaan, Sumberasih, dan Paiton.
Penyakit TBC merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis yang masuk ke dalam tubuh melalui pernafasan.
TBC penyakit dapat menyerang organ tubuh terutama paru-paru. Pasien yang mengidap penyakit ini memiliki gejala batuk lebih dari 2 minggu, mengalami sesak pada pernapasan, dan berkeringat saat malam padahal tidak melakukan aktivitas.
“TBC masih menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai. Sebab masih berpotensi ada dan menyebar,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular Dinas Kesehatan dr. Nina Kartika.
Untuk menekan penyakit TBC, dinkes bersama puskesmas melakukan upaya mencari dan menemukan pasien yang terindikasi TBC.
Selanjutnya akan melakukan pemeriksaan dan apabila dinyatakan positif, maka pengobatan dilakukan sampai sembuh.
Upaya lain yang dilakukan adalah melakukan skrining pada keluarga atau kontak erat pasien TBC. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi ada dan menularnya penyakit.
Tidak cukup sampai di situ, masyarakat yang sebelumnya telah melakukan pemeriksaan tetap bersedia diberi obat pencegahan TBC sehingga potensi penularan bisa diminimalisir.
“Petugas telah melakukan upaya. Agar lebih maksimal masyarakat juga harus aktif untuk melaporkan atau memeriksakan diri jika mengalami gejala TBC. Sehingga penyakit bisa ditekan,” bebernya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid