DRINGU, Radar Bromo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo masih mewaspadai krisis air bersih meski saat ini sudah memasuki musim hujan.
Hingga Oktober tercatat, petugas telah mengirimkan air sebanyak 1.130.000 liter pada wilayah krisis air bersih.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo Zubaidullah mengatakan bahwa pengiriman air bersih terus dilakukan walaupun hujan di beberapa wilayah.
Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air bersih desa yang masih mengalami krisis air bersih.
Krisis air bersih atau kesulitan air bersih dapat disebabkan dua hal. Mulai dari mengeringnya atau berkurangnya cadangan air bersih karena musim kemarau. Sehingga ketersediaan air bersih tidak cukup memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Kesulitan air bersih juga terjadi karena pipa air bersih mengalami kerusakan. Sehingga air bersih tidak mengalir sampai rumah warga.
“Air bersih merupakan sebuah kebutuhan. Jadi ketika ada permintaan air bersih maka segera kami lakukan pengiriman,” katanya.
Sejak Juni atau awal musim kemarau sampai Oktober tercatat 41 Dusun di 20 desa yang menyebar di 8 kecamatan mengalami krisis air bersih. Total air yang dikirimkan 1.130.000 liter.
Wilayah yang tersebut mendapat kiriman air bersih setelah melakukan permohonan. Sehingga petugas segera melakukan pengiriman air bersih sesuai kebutuhan.
Hal ini dilakukan lantaran kebutuhan air bersih tidak bisa ditunda dan menjadi salah satu kebutuhan yang harus segera dipenuhi.
Zubaidullah menambahkan pihaknya terus berkolaborasi dengan Tim Reaksi Cepat (TRC), pemerintah desa dan kecamatan untuk melakukan pemantauan kondisi persediaan air bersih untuk warga terdampak krisis air bersih.
Ini untuk memastikan kebutuhan air bersih terpenuhi dan saat kekurangan air bersih segera terlayani. Dengan demikian tidak ada warga yang mengalami kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
“Jika dulu sebelum ada hujan pengiriman rutin dilakukan. Bahkan hampir tiap hari dilakukan pengiriman air bersih. Tetapi saat ini hanya dilakukan saat ada permohonan saja,” pungkasnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid