Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pemkab Probolinggo Tekan Ritme Pengelolaan Anggaran Per Triwulan agar Sisa Lebih Anggaran Tak Banyak

Agus Faiz Musleh • Kamis, 6 November 2025 | 15:00 WIB
Rapat koordinasi evaluasi capaian anggaran Perangkat Daerah periode Januari-Oktober 2025 yang digelar di Kantor Bupati Probolinggo lantai lima, Rabu (5/11).
Rapat koordinasi evaluasi capaian anggaran Perangkat Daerah periode Januari-Oktober 2025 yang digelar di Kantor Bupati Probolinggo lantai lima, Rabu (5/11).

KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemkab Probolinggo terus memperkuat disiplin pengelolaan keuangan daerah.

Pola pengelolaan anggaran yang baik bukan hanya dilihat dari jumlah dana yang terserap, tetapi juga dari ritme realisasi belanja yang seimbang sepanjang tahun anggaran.

Ini diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto saat rapat koordinasi evaluasi capaian anggaran perangkat daerah periode Januari-Oktober 2025 yang digelar di Kantor Bupati Probolinggo lantai lima, Rabu (5/11).

“Menteri Dalam Negeri Pak Tito menyampaikan bahwa pengelolaan anggaran yang baik adalah ketika realisasi anggaran dan realisasi belanjanya tertinggi,” ujar Ugas saat membuka rapat.

Pernyataan tersebut juga sejalan dengan arahan Menteri Keuangan Purbaya yang menekankan pentingnya menghindari penumpukan dana hingga akhir tahun.

“Kalau dana itu sampai akhir tahun masih ngendap, maka banyak dana yang akan ditarik atau bahkan dihapus.,” beber Ugas

“Itu bukan ancaman, tapi penekanan agar ritme anggaran diatur sesuai triwulan satu, dua, tiga, dan empat,” jelasnya.

Ugas mengakui bahwa menjaga ritme penyerapan anggaran setiap triwulan memang tidak mudah.

Namun, Pemkab Probolinggo disebut terus belajar dan berbenah dalam beberapa tahun terakhir.

“Mengatur ritme itu perlu perjalanan yang cukup baik. Tapi Alhamdulillah, Probolinggo termasuk yang terbaik di Jawa Timur. Di banyak daerah, anggarannya justru numpuk di triwulan empat karena kendala pengadaan dan proses penyediaan barang jasa,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah pusat kini mendorong agar proses perencanaan kegiatan tahun berikutnya bisa dimulai lebih awal.

“Kemarin Mendagri dan Mekeu menyampaikan bahwa perencanaan untuk tahun 2026 bisa dilakukan sejak 2025 ini. Jadi beberapa titik pengadaan sudah kami mulai, supaya ritme realisasi tetap terjaga,” tuturnya

Hingga akhir Oktober 2025, realisasi anggaran Pemkab Probolinggo telah mencapai sekitar 74 persen, angka yang disebut Ugas sebagai salah satu yang tertinggi di Jawa Timur.

“Kami sudah 74 persen, ini yang terbaik. Walaupun begitu, kami tetap ingatkan teman-teman perangkat daerah untuk mempercepat realisasi, karena ini tinggal satu bulan setengah lagi,” katanya.

Terkait kemungkinan adanya sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) pada akhir tahun, Ugas memperkirakan jumlahnya tidak akan terlalu besar. “Kami memang berupaya agar Silpa tidak terlalu banyak,” ujarnya.

Sebagai langkah percepatan, pihaknya juga melakukan evaluasi lapangan terhadap perangkat daerah yang serapannya masih rendah.

“Kami akan terus cek ke lapangan, melihat kendalanya apa, percepatannya bagaimana. Semua kita evaluasi per objek kegiatan agar akselerasi bisa tercapai,” tegasnya.

Dengan capaian yang cukup baik tersebut, Pemkab Probolinggo optimistis dapat menutup tahun anggaran 2025 dengan kinerja keuangan yang stabil, sekaligus menjadi salah satu daerah percontohan dalam tata kelola anggaran di Jawa Timur. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pemkab probolinggo #mendagri #apbd #anggaran #menkeu