KREJENGAN, Radar Bromo - Kawanan perampok menyatroni rumah warga Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo, Komarudin, 35.
Minggu (2/11) dini hari, tiga pelaku masuk rumah dan menyekap seorang nenek korban.
Aksi pencurian dengan kekerasan ini terjadi sekitar pukul 02.00. Pelaku diperkirakan tiga orang.
Mereka awalnya mencongkel jendela bagian depan rumah korban. Korban bersama istri tidur di kamar, sedankan neneknya di kamar bagian tengah.
“Pelaku diduga tiga orang,” ujar Kepala Desa Jatiurip, Mohammad Hendrik.
Dua orang pelaku yang berhasil membuka jendela masuk ke ruang depan atau ruang tamu.
Sementara, seorang pelaku lainnya memantau situasi sekitar di luar rumah. Pelaku yang melihat nenek korban tertidur, tanpa banyak bicara langsung menyekapnya.
Pelaku juga sempat mengacak-acak bagian depan rumah korban. Namun, sang nenek yang disekap beberapa kali memberontak.
Menimbulkan suara gaduh, sehingga Komarudin terbangun. Ia bergegas keluar kamar dan mendatangi sumber suara.
Ternyata, ada orang tak dikenal masuk rumahnya tanpa izin. Kepergok, pelaku menyerang korban menggunakan celurit.
Syukur, korban berhasil menangkis sabetan celurit pelaku. Korban sempat berkelahi dengan pelaku dan berteriak minta tolong. Para pelaku yang terdesak memilih kabur.
Mereka kembali melewati jendela yang sebelumnya dibobol menjadi pintu masuk.
“Korban melawan dan akhirnya pelaku kabur tanpa membawa barang curian. Atas kejadian itu, korban mengalami luka di kedua tangannya,” jelasnya.
Kanit Reskrim Polsek Krejengan Aipda Ali Yunus mengatakan, pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 05.00.
Lalu mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Serta, meminta keterangan korban dan para saksi.
“Pelaku kabur, tidak berhasil mengambil barang-barang milik korban,” katanya.
Saat terjadi duel antara pelaku dan korban, lalu meminta tolong, tetangga sempat mendengarnya dan hendak membantu.
Tetapi, para pelaku sebelumnya telah mengikat pintu rumah dengan tampar, sehingga saat ada suara kegaduhan, pintu tak bisa dibuka.
“Kami sudah meminta keterangan korban dan saksi. Saat ini perkara masih dalam penyelidikan,” jelasnya. (ar/rud)
Editor : Ronald Fernando