KRAKSAAN, Radar Bromo - Aksi heroik dua atlet arung jeram asal Kabupaten Probolinggo, Mohammad Danil Azizil Rosiqin, 21, dan Yuliana Novita, 17, berbuah manis.
Meski sempat menjadi korban begal, keduanya berhasil melumpuhkan pelaku hingga akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.
Atas keberanian itu, keduanya menerima penghargaan langsung dari Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif, Senin (3/11).
Pemberian penghargaan berlangsung di halaman Mapolres Probolinggo dan dihadiri sejumlah pejabat daerah. Mulai Asisten I Setda Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur dan Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Zainul Hasan.
Dalam sambutannya, Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif mengungkapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua atlet muda itu.
“Hari ini kami memberikan penghargaan kepada warga masyarakat yang telah membantu tugas-tugas pokok kepolisian. Spesialnya, dua atlet arung jeram ini meski menjadi korban, tetap berani melawan dan membantu kami dalam penegakan hukum,” ujar Kapolres.
“Alhamdulillah, meskipun dalam kondisi terluka, keduanya mampu mempermudah anggota kami dalam mengungkap pelaku lainnya. Kami berharap semangat seperti ini bisa menjadi teladan bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Probolinggo, Zainul Hasan, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
Ia menyebut keberanian dua atlet ini menjadi bukti bahwa semangat juang tak hanya ditunjukkan di arena lomba, tapi juga dalam kehidupan nyata.
“Saya sangat bangga atas apa yang dilakukan oleh dua atlet handal kita dari cabor Faji (Federasi Arung Jeram Indonesia). Mudah-mudahan keduanya selalu diberi kesehatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini,” tuturnya.
Zainul juga optimistis, Danil dan Novita bisa segera pulih dan tetap tampil di ajang Kejurda yang akan digelar 9-13 November nanti.
“Luka bukan halangan, dan perih bukan tantangan. Semangat mereka luar biasa,” lanjutnya dengan penuh keyakinan.
Apresiasi juga datang dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo melalui Asisten I Setda, Abdul Ghafur.
“Atas nama Pemerintah Daerah, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet ini. Tindakan mereka bukan hanya keberanian pribadi, tapi juga bentuk nyata kepedulian terhadap keamanan lingkungan,” kata Ghafur.
Diketahui, peristiwa pembegalan terjadi di Desa Temenggungan, Kecamatan Krejengan, beberapa waktu lalu. Meski diserang, kedua atlet asal Desa Condong dan Desa Temenggungan itu berhasil melawan balik dan melumpuhkan pelaku.
Kini, selain menjadi pahlawan bagi masyarakat, keduanya juga menjadi simbol keberanian generasi muda Probolinggo membuktikan bahwa semangat sportivitas tak hanya di medan arung jeram, tapi juga di medan kehidupan. (mu/fun)
Editor : Fandi Armanto