PAJARAKAN, Radar Bromo - Suasana tenang di Desa Gunggungan Lor, Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, mendadak gempar, Kamis (30/10) siang.
Seorang nenek bernama Sumiati Masiun, 68, tewas tragis setelah tertabrak mobil pikap di teras rumahnya sendiri.
Peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar pukul 12.30. Berdasarkan keterangan Polsek Pakuniran, kejadian bermula ketika pelaku Alimudin 33, warga Dusun Bago Kidul, Desa Bago, bermaksud memindahkan mobil pikap yang diparkir di depan pekarangan rumah warga.
Namun, nahas tak bisa dihindari. Karena belum mahir mengemudi, gigi presneling mobil ternyata masih dalam posisi masuk.
Begitu mesin distarter, kendaraan langsung melaju kencang ke depan dan menabrak korban yang tengah duduk di teras rumahnya.
Benturan keras itu membuat Sumiati terlempar dan mengalami luka serius. Warga yang panik langsung berusaha menolong dan melarikan korban ke rumah sakit. Namun, nyawa korban tak tertolong.
“Saat itu sopir sedang bebas (membeli,red) mangga di rumah tetangga korban. Ia hanya berniat memindahkan pikap sedikit saja, tapi karena kurang pengalaman, mobil langsung tancap gas dan menabrak korban hingga mobil masuk ke dalam rumah,”ujar Kanitreskrim Polsek Pakuniran, Aipda Adi Perdana, saat dikonfirmasi jumat (31/10).
Menurut keterangan polisi, kerugian material akibat insiden ini ditaksir sekitar Rp 500 ribu, selain satu nyawa melayang.
Dua saksi di lokasi, yakni Fauzi 50 dan Sumiati 45 selaku Kepala Desa Gunggungan Lor, memberikan keterangan serupa mengenai kronologi kejadian.
Petugas Polsek Pakuniran yang tiba di lokasi segera mengamankan pelaku serta mobil pikap yang digunakan. Polisi juga telah membawa jenazah korban ke rumah sakit untuk dilakukan visum.
“Kami sudah mengamankan pelaku beserta barang bukti. Kasus ini masih kami dalami untuk memastikan unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut,”tambah Aipda Adi Perdana.
Meski begitu, pihak keluarga menyebutkan permalasahan ini akan di selesaikan secara kekelaurgaan dengan pelaku.
"Mengingat korban sudah sepuh, pihak keluarga berencana menyelesaikan kejadian ini secara kekeluargaan," ujarnya. (mu/fun)
Editor : Fandi Armanto