KRAKSAAN, Radar Bromo - Wajah baru Alun-Alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, segera terwujud. Rehabilitasi sisi timur yang tengah dikerjakan, ditarget rampung bulan depan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Probolinggo Agus Budianto mengatakan, kini pengerjaannya masih fokus terhadap pembuatan drainase.
Setelah itu, seluruh permukaan sisi timur alun-alun akan dipaving. Seperti di sisi barat yang lebih dulu selesai ditata.
“Sekarang masih proses pembuatan drainase. Nanti seluruh area sisi timur akan kami paving agar seragam dengan sisi barat,” jelas Agus, Kamis (30/10).
Meski beberapa hari terakhir cuaca sering hujan, Agus memastikan pekerjaan tetap berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Meski ada hujan, tidak ada kendala yang mengganggu. Kami optimistis target penyelesaian pada November bisa tercapai,” tegasnya.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan, penataan alun-alun ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk menghadirkan ruang publik yang lebih nyaman dan representatif bagi warga.
Kawasan ini akan diubah menjadi area terbuka dengan konsep full pedestrian.
“Nanti tidak ada lagi kios permanen di sisi timur. Bangunan permanen kami siapkan khusus dengan model semi terbuka berkerangka baja. Area parkir juga sudah didesain, bisa lewat kantor kecamatan atau sisi utara masjid di lahan yang cukup luas,” terangnya.
Tak hanya mempercantik kota, revitalisasi ini juga akan mengembalikan fungsi utama alun-alun sebagai pusat kegiatan publik.
“Ke depan, alun-alun akan kami jadikan ruang terbuka untuk aktivitas warga. Kegiatan seperti senam bersama, olahraga ringan, motor show, atau food truck bisa diadakan di sana. Sedangkan, acara besar, seperti konser musik, salawat akbar, atau event, stadion tetap kami arahkan ke pusat olahraga,” jelasnya.
Menurutnya, penataan alun-alun menjadi langkah penting dalam memperbaiki tata ruang kota. Agar lebih rapi, modern, dan ramah masyarakat.
“Kami berharap alun-alun bisa benar-benar menjadi ruang publik yang bersih, tertib, dan nyaman. Pedagang kaki lima tetap kami akomodasi, tapi dengan tempat yang lebih layak dan tertata,” katanya. (mu/rud)
Editor : Ronald Fernando