KRAKSAAN, Radar Bromo–Suara tangisan mendadak terdengar di halaman kantor Pemkab Probolinggo. Sejurus kemudian terlihat sejumlah warga yang panic seraya berteriak meminta tolong.
Tak berselang lama, datanglah sejumlah prang memakai rompi bertuliskan BPBD dan relawan. Mereka langsung mengevakuasi anak-anak dan lansia menuju lokasi aman. Tim gabungan kemudian bergerak melakukan evakuasi dan membawa warga ke pos pengungsian sementara.
Itulah suasana saat BPBD menggelar simulasi penanganan bencana banjir, Selasa (28/10). Simulasi dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan potensi bencana banjir yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
Simulasi melibatkan berbagai unsur lintas sector. Mulai personel BPBD, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas Perhubungan, Satpol PP, DLH, Polres Probolinggo, Kodim 0820 Probolinggo serta para relawan bencana.
Dalam skenario simulasi, divisualisasikan kondisi banjir di wilayah Kecamatan Dringu. Pasalnya wilayah ini merupakan wilayah potensi banjir. Hujan deras sejak dini hari menyebabkan air meluap hingga memasuki pemukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief mengatakan, simulasi ini merupakan upaya penting dalam kesiapsiagaan daerah menghadapi ancaman banjir.
Simulasi ini sebagai wujud kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana yang bisa terjadi kapan saja. Serta salah satu upaya belajar untuk sigap bertindak, tanggap dalam koordinasi dan kuat dalam kebersamaan.
“Peringatan ini bukan untuk menakuti, tetapi agar kita semua waspada. Bencana tidak bisa dihindari sepenuhnya. Namun dengan kesiapsiagaan dapat mengurangi dampaknya,” jelasnya.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengapresiasi kerja keras semua elemen yang selalu bahu-membahu dalam penanggulangan bencana.
Penanganan bencana di Kabupaten Probolinggo selama ini sudah berjalan baik berkat sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, relawan dan masyarakat. Sejumlah upaya pencegahan banjir terus dilakukan, mulai dari pemeliharaan geometri sungai hingga perbaikan infrastruktur jembatan.
“Kami terus memperkuat sarana prasarana dan tentu berharap kejadian yang tidak diinginkan dapat diminimalisir,” tuturnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid