PAJARAKAN, Radar Bromo - Kebakaran terjadi di sebuah gudang penyimpanan kaporit milik Mulyadi, 36, di Dusun Landengan, Desa Penambangan, Kecamatan Pajarakan Selasa (28/10).
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini namun petugas membutuhkan waktu 7,5 jam untuk memadamkan api.
Kasi Pemadaman Kebakaran Satpol-PP Kabupaten Probolinggo Abdullah mengatakan bahwa kebakaran diketahui oleh petugas saat mendapatkan laporan dari masyarakat.
Dalam laporan disebutkan ada sebuah gudang yang menyimpan kaporit dan bahan kimia.
Setelah mendapatkan informasi yang valid beserta lokasi kejadian tersebut. Petugas kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman.
“Petugas mendapatkan laporan kebakaran sekitar pukul 13.40. Petugas kemudian mendatangi lokasi yang telah dilaporkan,” katanya Rabu (29/10).
Sebuah truk pemadam kebakaran dan satu mobil suplai dikerahkan menuju lokasi kebakaran.
Tak tanggung-tanggung untuk percepatan penanganan kebakaran sebanyak 11 petugas damkar terjun ke lokasi kebakaran.
Sesampainya di lokasi, rupanya api sudah berkobar dan merembet pada barang-barang yang disimpan didalam gudang.
Petugas dengan sigap melakukan penyemprotan pada bidang yang terbakar. Upaya pemadaman dilakukan secara terus-menerus sampai api mulai mengecil.
Petugas kemudian melanjutkan upaya pendinginan sampai wilayah yang terbakar padam tanpa menyisakan bara api. Sehingga tidak ada potensi api kembali membesar.
“Barang yang terbakar merupakan benda kimia. Jadi saat proses pemadaman petugas harus berhati-hati. Membutuhkan waktu 7,5 jam untuk memadamkan api. Total kerugian akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp 300 juta,” tuturnya.
Perangkat Desa Penambangan Cung Hasan membenarkan bahwa kebakaran tersebut memang terjadi. Tetapi api hanya membakar isi gudang yakni kaporit.
Benda kimia tersebut digunakan oleh pemilik untuk kebutuhan tambak. Saat kebakaran upaya pemadaman api secara manual telah dilakukan tetapi belum mendapatkan hasil. Sehingga menghubungi petugas damkar.
“Tidak ada korban hanya saja isi gudang habis terbakar. Untuk penyebab kebakaran masih belum bisa dipastikan,” imbuhnya. (ar/fun)
Editor : Fandi Armanto