KRAKSAAN, Radar Bromo - Kondisi cuaca yang tidak stabil membuat hewan ternak lebih mudah terserang berbagai penyakit.
Situasi hujan yang turun sesekali kemudian panas dapat memicu gangguan kesehatan pada hewan. Peternak perlu meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, drh. Nikolas Nuryulianto, mengingatkan para peternak agar lebih selektif dalam memberikan pakan pada ternaknya selama periode cuaca ekstrem.
Ia mencontohkan bahwa jenis ternak seperti sapi, kambing, dan domba cukup rentan mengalami gangguan pencernaan. Sementara itu, unggas juga berpotensi terserang virus.
“Kasus seperti diare dan perut kembung pada ternak lebih sering kami temukan karena kadar air dalam hijauan meningkat, terutama pada rumput muda,” ujar Nikolas.
Nikolas bilang bahwa tingginya kadar air pada rumput tersebut dipicu curah hujan. Selain itu, rumput yang menjadi pakan ternak juga berisiko tercemar genangan yang membawa sumber infeksi.
“Air hujan dapat membawa berbagai penyebab penyakit, sehingga pakan yang terkontaminasi menjadi pemicu gangguan kesehatan ternak,” imbuhnya.
Tidak hanya hewan ruminansia, unggas juga menghadapi ancaman penyakit saat musim hujan berlangsung. Infeksi virus, flu unggas, hingga kematian mendadak pada ayam sering terjadi. Penyakit seperti tetelo (ND/Newcastle Disease) juga meningkat risikonya.
“Saat musim hujan, tetelo lebih mudah menyerang. Penyakit ini bersifat menular, jadi jika satu ayam terinfeksi, ayam lain di sekitarnya dapat tertular dan mati mendadak,” jelasnya.
Dia menekankan pentingnya vaksinasi untuk memperkuat imunitas hewan agar tetap sehat di tengah perubahan cuaca.
Ia juga menyarankan agar peternak memberikan obat cacing guna mencegah turunnya daya tahan tubuh akibat infestasi cacing.
"Langkah pencegahannya adalah mengeringkan atau mengangin-anginkan pakan terlebih dahulu agar kadar air berkurang. Selain itu, vaksinasi juga sangat diperlukan,” tegas Nikolas.
Selama cuaca ekstrem dan musim hujan, dinas pertanian makin intens melakukan pemeriksaan.
Posyandu ternak hingga pemeriksaan dilakukan sampai ke kandang dengan system jemput bola. Harapannya dapat mengedukasi pemilik ternak sesuai dengan temuan atau hasil pemeriksaan.
Posyandu ternak dan pemeriksaan jemput bola di kandang nantinya akan dilaksanakan bergiliran ke seluruh wilayah Kabupaten Probolinggo.
Upaya ini dilakukan agar kondisi ternak lebih terkontrol. Jika ada penyakit atau virus yang menyerang ternak dapat segera diobati. Tidak sampai membuat ternak sakit parah atau sampai mati.
“Posyandu ternak dan pengecekan kondisi kandang kami lakukan sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas ternak masyarakat. Dengan demikian mampu mengatrol kemakmuran peternak,” pungkasnya. (mu/ar/fun)
Editor : Abdul Wahid