KRAKSAAN, Radar Bromo-Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kraksaan terus menunjukkan komitmennya dalam memfasilitasi rekrutmen tenaga kerja.
Rabu (22/10), sekolah ini kembali menggelar job fair sebagai ajang mempertemukan para pencari kerja dengan perusahaan. Tahun ini menjadi pelaksanaan ke-6 sejak pertama kali digelar pada 2019.
Sebagai bursa kerja khusus (BKK) Centre di Kabupaten Probolinggo, SMKN 2 Kraksaan menjadi pusat kegiatan penyaluran tenaga kerja bagi lulusan SMK.
Status ini membuat SMKN 2 Kraksaan aktif menjalin kerja sama dengan perusahaan atau mitra industri untuk membuka peluang kerja yang lebih luas.
Di job fair tahun ini ada sebanyak 27 mitra industri ambil bagian. Mereka datang tidak hanya dari sekitar Probolinggo.
Tetapi juga dari berbagai kota besar seperti Bandung, Jakarta, hingga Kalimantan. Keikutsertaan berbagai perusahaan menunjukkan semakin luasnya jaringan kemitraan yang berhasil dibangun oleh SMKN 2 Kraksaan.
Antusiasme para peserta terlihat sangat tinggi dalam job fair tersebut. Ribuan pencari kerja memadati lokasi acara sejak pagi hari.
Mereka bukan hanya alumni SMKN 2 Kraksaan, tetapi juga berasal dari lulusan sekolah lain, bahkan dari luar Kabupaten Probolinggo.
Menariknya, dalam job fair kali ini, ada 6 perusahaan atau mitra industri yang juga memberikan ruang dan kesempatan kepada siswa aktif kelas XII di SMKN setempat.
Kepala SMKN 2 Kraksaan, Rr. Herlina Wulansari mengatakan, job fair menjadi wadah penting bagi para pencari kerja.
Baik itu siswa aktif kelas XII maupun para alumni dan lulusan dari sekolah lain, untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
“Kami ingin memberikan ruang dan kesempatan bagi siswa kelas XII dan lulusan yang ingin langsung terjun ke dunia kerja, mereka tidak harus jauh-jauh mendaftar ke perusahaan atau mitra industri yang diinginkan, tapi kami-lah yang siap menghadirkan mitra industri buat mereka” ujarnya.
Menurutnya, SMKN 2 Kraksaan tidak hanya melaksanakan rekrutmen melalui Job Fair tahunan.
Namun, juga konsisten menggelar rekrutmen rutin setiap bulan, bekerja sama dengan mitra industri. “Bahkan, dalam beberapa kesempatan, rekrutmen dilakukan hingga dua kali dalam sebulan untuk mewadahi siswa dan alumni yang ingin langsung terjun ke dunia kerja,” terangnya.
Ia mengatakan, selain mempertemukan pencari kerja dengan mitra industri, Job Fair SMKN 2 Kraksaan juga menjadi bentuk dukungan terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo dalam upaya mengurangi angka pengangguran. “Kami juga memiliki tujuan untuk membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Dalam pelaksanaan Job Fair itu, SMKN 2 Kraksaan bekerja sama dengan berbagai perusahaan dari beragam sektor industri. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang kerja yang lebih luas bagi lulusan SMK sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI)
“Kami ingin meminimalisir jumlah lulusan yang belum bekerja. Harapannya, setelah lulus, anak-anak bisa langsung terserap di dunia industri. Ini merupakan salah satu keunggulan SMK, karena siswa sudah dibekali kompetensi sesuai dengan bidangnya,” paparnya.
Gatot Subroto, Kasi SMK pada Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Probolinggo mengatakan, Job Fair sangat mendukung program sekolah, khususnya dalam hal penyaluran lulusan agar siap menghadapi dunia kerja.
“Dengan adanya job fair ini, industri didekatkan ke sekolah agar anak-anak yang mencari pekerjaan bisa lebih mudah. Di SMK itu slogannya, lulusan bisa bekerja, melanjutkan dan berwirausaha,” katanya. (uno/fun)
Editor : Abdul Wahid