Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pindahkan Lokasi Pabrik Paving ke Alassumur Kulon, Pembangunan Segera Dimulai

Agus Faiz Musleh • Jumat, 17 Oktober 2025 | 18:00 WIB

 

RAMPUNG: Sejumlah pihak saat melakukan rapat koordinasi perihal pemindahan lokasi pembangunan pabrik paving di kantor PUPR Kabupaten Probolinggo, Kamis (16/10).
RAMPUNG: Sejumlah pihak saat melakukan rapat koordinasi perihal pemindahan lokasi pembangunan pabrik paving di kantor PUPR Kabupaten Probolinggo, Kamis (16/10).
 

KRAKSAAN, Radar Bromo – Rencana pembangunan pabrik produksi paving milik Pemkab Probolinggo mengalami perubahan lokasi.

Semula direncanakan berdiri di wilayah Kraksaan Wetan, kini proyek tersebut dipastikan berpindah ke Desa Alassumur Kulon, Kecamatan Kraksaan.

Kepastian itu diungkap langsung Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo, Hengki Cahjo Saputra, usai rapat koordinasi lintas sektor di kantor DPUPR, Kamis (16/10).

“Awalnya lokasi yang direncanakan berada di lahan bekas rencana Balai Latihan Kerja (BLK) di Kraksaan Wetan. Namun setelah dilakukan kajian ulang, lokasi tersebut dinilai kurang representatif untuk kegiatan produksi,” ujar Hengki.

Sebagai gantinya, pemkab menetapkan lahan baru di Desa Alassumur Kulon, yang berdekatan dengan Balai Uji KIR Kabupaten Probolinggo. Di tempat itu, akan dibangun pabrik paving dengan luas mencapai 4.538 meter persegi.

Menurut Hengki, keputusan pemindahan lokasi diambil setelah dilakukan survei menyeluruh dari sisi tata ruang dan dampak lingkungan.

“Dari hasil survei, lahan di Alassumur Kulon sudah sesuai peruntukan tata ruang, dan yang paling penting, lokasinya jauh dari permukiman warga, sehingga tidak akan menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.

Pembangunan pabrik paving ini merupakan program prioritas Bupati Probolinggo Mohammad Haris (Gus Haris).

Pemerintah ingin agar fasilitas produksi tersebut berada di lokasi yang strategis dan representatif, sehingga bisa mendukung kebutuhan infrastruktur jalan di seluruh wilayah kabupaten.

“Bupati menekankan bahwa lokasi produksi paving harus benar-benar layak dan mendukung kegiatan operasional jangka panjang. Karena itu, kami memilih lokasi yang lebih aman dan efisien,” lanjut Hengki.

DPUPR kini tengah mematangkan persiapan pembangunan. Proyek senilai Rp 6,9 miliar itu akan mencakup pembangunan gudang, area produksi, pengadaan dua unit mesin, serta pemasangan pagar keliling.

“Jika tidak ada kendala, pembangunan akan dimulai akhir bulan ini atau awal bulan depan,” tegas Hengki.

Ia berharap keberadaan pabrik paving ini nantinya bisa mempercepat penyediaan material untuk berbagai proyek pembangunan jalan di Kabupaten Probolinggo.

Dengan harapan nanti akan dikelola oleh perseroda yang bisa di manfaatkan juga oleh pemerintah desa.

“Dengan adanya tempat produksi sendiri, biaya dan waktu pengerjaan proyek bisa lebih efisien,” pungkasnya. (mu/fun)

 

 

Editor : Abdul Wahid
#pemkab probolinggo #perbaikan jalan #investasi #Kraksaan