KRAKSAAN, Radar Bromo – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kraksaan melaksanakan skrining kesehatan dan pemeriksaan rontgen dada pada 168 warga binaan pemasyarakatan (WBP), Kamis (16/10). Hasilnya, 2 WBP terindikasi TBC paru.
Skrining ini dilakukan Rutan Kelas IIB Kraksaan sebagai pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.
Termasuk melalui kegiatan Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus aktif Tuberkulosis (TBC) menggunakan metode Chest X-Ray (CXR).
“Deteksi dini ini untuk memastikan seluruh warga binaan dalam kondisi sehat dan bebas dari penyakit menular seperti TBC. Kami berkomitmen menjaga lingkungan Rutan Kraksaan yang sehat, bersih, dan aman,” kata Kepala Rutan Kelas IIB Kraksaan, Galih Setiyo Nugroho.
Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, sebanyak 168 WBP mengikuti skrining kesehatan dan pemeriksaan rontgen dada.
Dari hasil pemeriksaan tersebut, 2 warga binaan terindikasi TBC paru. Selanjutnya akan segera menjalani pemeriksaan lanjutan menggunakan tes cepat molekuler (TCM).
Galih mengatakan, Rutan Kraksaan berharap seluruh warga binaan semakin sadar akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.
Sinergi antara rutan dan dinas kesehatan diharapkan dapat terus terjalin untuk mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bebas TBC.
“Sinergi dibidang kesehatan akan kami gencarkan. Agar kesehatan warga binaan lebih terjamin,” bebernya.
Sementara itu Wakil Supervisor TB Kabupaten Probolinggo Sulistiani Trisnoharini menambahkan kegiatan skrining massal di Rutan Kraksaan ini merupakan salah satu langkah strategis dalam penanggulangan penyakit TBC di Kabupaten Probolinggo.
“Rutan merupakan tempat dengan tingkat risiko penularan yang cukup tinggi. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat mendeteksi lebih awal kasus TBC dan memastikan penanganannya berjalan tepat sasaran,” imbuhnya. (ar/fun)
Editor : Abdul Wahid