KRAKSAAN, Radar Bromo - Warga Dusun Sukunan, Desa Rondokuning, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo geger. Itu setelah seorang warga ditemukan meninggal di musala setempat, dengan kondisi mengenaskan.
Korban diketahui berinisial Rud, 39. Ia ditemukan terbujur kaku di musala setempat, Rabu sore (15/10).
Warga Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan ini ditemukan tak berpakaian dengan kondisi leher terlilit kabel microphone.
Mayat tersebut ditemukan oleh warga sekitar pukul 16.10. Saat itu warga setempat ke musala hendak melaksanakan salat. Karena sudah terbiasa ke musala, warga tak merasa curiga.
Namun saat masuk ke ruang inti musala, warga melihat sesosok pria tak dikenal dengan posisi tergeletak di bawah mikser sound musala.
Kaget dengan hal itu warga kemudian menghubungi perangkat desa setempat.
“Anggota Polsek Kraksaan menerima laporan adanya orang gantung diri. Kemudian segera mendatangi TKP,” kata Panit Reskrim Polsek Kraksaan Iptu Djuwantoro Setyowadi, Kamis (16/10).
Polisi mendatangi lokasi kejadian menemukan bahwa korban sudah meninggal dalam kondisi tanpa pakaian terlentang dengan leher terlilit kabel microphone dan celurit kecil di sampingnya.
Mengetahui hal itu Polsek Kraksaan dibackup Polres Probolinggo melakukan penyelidikan insiden penemuan mayat tersebut.
Petugas menghimpun informasi dari warga sekitar. Hingga akhirnya mendapatkan titik terang bahwa mayat tersebut adalah Rud, 39, warga Desa Selogudig Kulon, Kecamatan Pajarakan.
Saksi-saksi pun dimintai keterangan. Mulai dari keluarga, saudara dan warga.
Diketahui bahwa sebelum korban melakukan aksi nekat gantung diri tersebut terlebih dahulu terlibat pertengkaran dengan ayah kandungnya.
Hal ini dipicu karena masalah perceraian antara ayah dan ibu kandung Rud.
Bahkan karena tersulut emosi, Rud hendak membacok ayahnya dengan celurit. Dan memaksa ayahnya rujuk atau balikan lagi dengan ibunya. Setelah kejadian tersebut Rud kemudian keluar rumah.
Saat minggat tersebut keluarga berupaya mencari Rud tetapi tak kunjung ditemukan. Hingga akhirnya pihak keluarga mendengar bahwa Rud ditemukan meninggal di dalam musala.
“Dalam pertengkaran tersebut korban sempat melontarkan kata-kata pada ayahnya “sampean balik sama ibu”. Tapi akhirnya korban meninggalkan rumah,” terangnya.
Petugas mencoba mengungkap penyebab kematian korban. Dari informasi yang berhasil dihimpun korban diduga kuat mengalami depresi sehingga nekat melakukan aksi bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan seutas kabel microphone.
Dari hasil pemeriksaan jenazah yang dilakukan oleh Tim Dokkes dan Identifikasi Polres Probolinggo diketahui bahwa kondisi tubuh tidak ditemukan tanda tanda kekerasan fisik.
Untuk memastikan penyebab kematian korban, Polisi menyarankan untuk dilakukan otopsi. Sayangnya pihak keluarga menolak dan menganggap insiden ini adalah sebuah takdir. Selanjutnya korban diserahkan pada keluarga untuk segera dimakamkan.
“Pihak keluarga kandung yakni orang tua dan adik kandung menerima kematian korban. Dan membuat pernyataan tertulis untuk tidak dilakukan otopsi luar maupun dalam,” bebernya. (ar/mie)
Editor : Muhammad Fahmi