Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Tamansari Dringu di Probolinggo Mantapkan Pembangunan Infrastruktur untuk Kesejahteraan Warga

Inneke Agustin • Kamis, 16 Oktober 2025 | 14:00 WIB
KOKOH: Perangkat Desa Tamansari saat melintas di lokasi pembangunan TPT di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu (15/10) siang.
KOKOH: Perangkat Desa Tamansari saat melintas di lokasi pembangunan TPT di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu (15/10) siang.

Desa Tamansari di Kecamatan Dringu terus meneguhkan langkah sebagai desa yang berdaya dan berkemajuan. Desa yang mayoritasnya petani dan nelayan ini tak henti berinovasi membangun infrastruktur yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan warganya.

Kepala Desa Tamansari, M. Soetadji mengatakan, pembangunan dilakukan secara bertahap dan terarah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.

“Kami berupaya menghadirkan lingkungan yang lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas warga, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun kesehatan,” ujarnya.

Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah renovasi atap dan plafon PAUD Taman Harapan, yang saat ini menjadi tempat belajar bagi 64 anak usia dini di desa setempat.

Sebelum direnovasi, kondisi atap dan plafon sekolah mengalami kerusakan. Saat musim hujan, kebocoran sering mengganggu proses belajar mengajar.

“Dulu kalau hujan, air menetes di ruang kelas. Anak-anak jadi tidak nyaman belajar. Sekarang setelah diperbaiki, suasananya jauh lebih aman dan menyenangkan,” terang Soetadji.

Renovasi gedung tersebut dibiayai melalui dana desa tahap pertama. Kini, ruang belajar di PAUD Taman Harapan tampak lebih bersih, terang, dan kokoh.

Para guru serta wali murid menyambut baik langkah ini karena kenyamanan belajar anak-anak menjadi prioritas utama. “Harapan kami, perbaikan ini dapat menumbuhkan semangat belajar anak sejak dini,” tambahnya.

NYAMAN: Perangkat Desa Tamansari di lokasi PAUD Taman Harapan di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, usai dilakukan renovasi.
NYAMAN: Perangkat Desa Tamansari di lokasi PAUD Taman Harapan di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, usai dilakukan renovasi.

Tak berhenti di sektor pendidikan, Pemdes Tamansari juga mengerjakan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) dengan total panjang 73 meter. Pembangunan ini dibagi di dua sisi jalan, yakni 47 meter di sisi barat dan 26 meter di sisi timur.

“TPT ini sangat penting karena kontur tanah di lokasi tersebut termasuk tanah gerak. Jika tidak ditangani, tanah bisa longsor dan menutup badan jalan,” jelas Soetadji.

Kini, dengan adanya TPT, kondisi jalan menjadi lebih aman dan lebar. Dua kendaraan pun bisa melintas bersamaan tanpa khawatir bahaya longsor.

Selain itu, pemdes juga melaksanakan rehab rumah tidak layak huni (RTLH) dan jambanisasi di tiga titik yang tersebar di Dusun Budagan dan Dusun Bukolan.

Program ini menyasar warga dengan kondisi rumah tidak layak huni serta mereka yang belum memiliki jamban di rumah.

“Beberapa warga masih menggunakan sungai untuk buang air. Karena itu, program jambanisasi ini kami arahkan untuk meningkatkan sanitasi dan mencegah stunting,” jelasnya.

Salah satu penerima bantuan RTLH, Nur Salim, 60, mengaku sangat bersyukur rumahnya kini tampak lebih layak dihuni.

“Dulu rumah saya bocor dan dindingnya rapuh. Sekarang sudah bagus, saya sangat berterima kasih pada pemerintah desa,” ujarnya haru.

Pemdes Tamansari juga mendapat dukungan program jasmas untuk pavingisasi jalan sepanjang 270 meter dengan lebar 3,5 meter di Dusun Bukolan.

Jalan ini menjadi akses penting yang menghubungkan antar dusun, bahkan juga menghubungkan Desa Tamansari dengan Desa Sumberkare.

“Pavingisasi ini mempermudah mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, dan membuka akses lebih luas antarwilayah,” kata Soetadji.

Melalui rangkaian pembangunan ini, Pemdes Tamansari bertekad menjadikan desa tidak sekadar tempat tinggal, melainkan ruang tumbuh bagi warganya untuk hidup lebih sejahtera, sehat, dan berdaya.

“Kami ingin pembangunan yang kami lakukan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan memberi manfaat nyata,” pungkas Soetadji.

 

SEHAT: Sejumlah kambing etawa yang dipelihara oleh Pemdes Tamansari sebagai ketahanan pangan di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo
SEHAT: Sejumlah kambing etawa yang dipelihara oleh Pemdes Tamansari sebagai ketahanan pangan di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo

Perkuat Layanan Kesehatan-Ketahanan Pangan

 

PEMBANGUNAN di Desa Tamansari tidak hanya difokuskan pada sektor infrastruktur. Pemdes juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui bidang kesehatan dan ketahanan pangan.

Kepala Desa Tamansari, M. Soetadji menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin menyelenggarakan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

Program ini meliputi posyandu lansia, balita, dan ibu hamil yang digelar di setiap dusun setiap bulannya.

“Setiap dusun memiliki jadwal berbeda, tapi kami pastikan pelaksanaannya rutin setiap bulan. Ini menjadi salah satu upaya kami menjaga kesehatan masyarakat sejak dini hingga lanjut usia,” terang Soetadji.

Melalui kegiatan posyandu, berbagai layanan kesehatan diberikan secara gratis, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, hingga asam urat bagi warga lanjut usia.

Sementara bagi balita, dilakukan pemantauan tumbuh kembang dan pemberian vitamin untuk memastikan kesehatan anak terjaga.

“Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, kami segera lakukan rujukan ke Puskesmas Dringu,” tambahnya.

Selain fokus pada kesehatan, Pemdes Tamansari juga terus mengembangkan program ketahanan pangan berbasis potensi lokal.

Program ini mencakup dua bidang utama: pertanian bawang merah untuk sektor nabati dan breeding kambing etawa untuk sektor hewani.

“Saat ini kami membudidayakan sebanyak 22 ekor kambing etawa. Selain sebagai bentuk penguatan ketahanan pangan, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar,” ungkap Soetadji.

Program tersebut diharapkan tidak hanya menopang ketersediaan pangan di desa, tetapi juga menjadi sumber peningkatan ekonomi dan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Dengan langkah ini, Pemdes Tamansari berharap kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara menyeluruh.

“Pembangunan yang kami lakukan bukan semata infrastruktur, tapi juga pemberdayaan masyarakat agar bisa mandiri dan sehat. Harapannya, hasil dari ketahanan pangan ini bisa dirasakan seluruh warga desa,” pungkasnya.

 

SENANG: Perangkat Desa Tamansari saat berfoto di salah satu lokasi RTLH yakni milik Nur Salim (paling kiri) di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo
SENANG: Perangkat Desa Tamansari saat berfoto di salah satu lokasi RTLH yakni milik Nur Salim (paling kiri) di Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo

APBDES PEMERINTAH DESA TAMANSARI TAHUN ANGGARAN 2025

PENDAPATAN

Pendapatan Asli Desa           : Rp      48.683.000,00

Pendapatan Transfer                       : Rp 1.830.063.896,00

Jumlah Pendapatan               : Rp 1.878.746.896,00

 

BELANJA

Bidang Penyelenggaraan Pemerintah        : Rp    606.766.761,46

Bidang Pelaksanaan Pembangunan                        : Rp    872.701.638,00

Bidang Pembinaan Masyarakat                   : Rp      39.975.000,00

Bidang Pemberdayaan Masyarakat                        : Rp      21.750.000,00

Bidang Penanggulangan Bencana               : Rp    127.119.500,00

Jumlah Belanja                                  : Rp 1.668.312.899,46

Surplus/(Defisit)                               : Rp    210.433.996,54

 

PEMBIAYAAN

SILPA Tahun Sebelumnya                : Rp      49.416.003,46

Pengeluaran Pembiayaan                : Rp    259.850.000,00

Pembiayaan Netto                             : (Rp   210.433.996,54)

(gus/fun/*)

Editor : Fahreza Nuraga
#kecamatan dringu #transparansi desa #desa tamansari