Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Produksi Tinggi, Serapan Tinggi, Luas Tanam Tembakau di Kabupaten Probolinggo Capai 11.224 Hektare

Agus Faiz Musleh • Rabu, 15 Oktober 2025 | 12:00 WIB
DIJEMUR: Seorang petani di Kecamatan Krejangan, Kabupaten Probolinggo, memantau penjemuran tembakau yang sudah dirajang.
DIJEMUR: Seorang petani di Kecamatan Krejangan, Kabupaten Probolinggo, memantau penjemuran tembakau yang sudah dirajang.

KRAKSAAN, Radar Bromo- Kabar gembira datang dari para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo. Memasuki Oktober, hasil panen tembakau menunjukkan angka menggembirakan. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, produksi tembakau Paiton VO tahun ini diprediksi tembus 13 ribu ton dengan luas tanam mencapai 11.224 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi menjelaskan, sekitar 90 persen lahan sudah dipanen dan sisanya tengah memasuki tahap akhir. “Rata-rata produktivitas tembakau Paiton VO mencapai 1,3 ton per hektare. Harga jualnya JUGA cukup menggembirakan. Paling mahal Rp73 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat petani KAMI tersenyum lebar,” ujarnya.

Menurutnya, tembakau Paiton VO menjadi jenis yang paling dominan di wilayah Probolinggo. Karena, kualitasnya banyak disukai industri rokok. Jenis ini tersebar di 9 kecamatan di Kabupaten Probolinggo. “Sebagian besar tembakau jenis ini langsung diserap gudang-gudang pembeli di daerah. Saat ini ada sekitar 25 gudang besar dan kecil yang aktif menampung hasil panen petani,” terangnya.

Selain Paiton VO, Kabupaten Probolinggo juga dikenal dengan dua tembakau varietas unggulan lainnya. Yakni, tembakau Menyono atau Jawa serta tembakau Kasturi. Jenis Menyono, luas lahan mencapai 1.130 hektare dengan produktivitas sekitar 0,48 hingga 0,5 ton per hektare. “Jenis ini tersebar di empat kecamatan. Biasanya digunakan untuk lintingan sendiri, karena aromanya khas dan rasanya lebih ringan,” kata Arif.

Adapun tembakau Kasturi, meski luas lahannya relatif kecil, hanya 106 hektare tetap memiliki peran tersendiri di pasar lokal. “Produktivitasnya sekitar 0,4 ton per hektare dan biasanya digunakan sebagai bahan campuran rokok. Menjadikanya jenis ini hanya di satu kecamatan, yakni sukapura,” ujarnya.

Tingginya serapan pasar menjadi angin segar bagi para petani. Arif menyebut, hingga kini belum ada laporan kesulitan menjual hasil panen. “Harga yang stabil dan penyerapan gudang yang lancar menunjukkan bahwa tahun ini pasar tembakau cukup sehat. Ini patut kita syukuri bersama,” ujarnya.

Ia berharap tren positif ini bisa terus berlanjut hingga akhir musim tanam. “Kami akan terus mendampingi petani agar kualitas tembakau tetap terjaga dan produksi tahun depan bisa lebih baik lagi. Tembakau sudah menjadi bagian penting dari ekonomi masyarakat Probolinggo. Kami ingin menjaga agar komoditas ini tetap memberi manfaat besar,” kata Arif. (mu/rud)

Editor : Ronald Fernando
#kabupaten probolinggo #tembakau #petani